<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817</id><updated>2012-02-25T06:24:13.329-08:00</updated><category term='Gizi Kesehatan dan Islam'/><category term='Hikmah'/><category term='Journey of Life'/><category term='renungan'/><category term='Kuliner'/><category term='muslimah'/><title type='text'>Arafah~Mina</title><subtitle type='html'>...Perjalanan Mencari Hikmah...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>49</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-5917912415395871379</id><published>2012-02-25T06:24:00.000-08:00</published><updated>2012-02-25T06:24:13.339-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Keluarga Ideologis</title><content type='html'>Bismillah..&lt;br /&gt;Usrah,, kata yang lebih tepat untuk menggambarkan keterikatan di dalam sebuah halaqoh. Ya, karena kita bersaudara dan berkeluarga. Keluarga ideologis, dengan orangtua dan saudara-saudara yang bukan satu keturunan darah, namun bersama-sama terlahir dari rahim tarbiyah. Ungkapan yang tepat jika pada akhirnya dalam tsawabit dakwah yang ke-4 disebut bahwa usrah adalah tempat asuhan tarbiyah. Meskipun wasailut tarbiyah (sarana-sarana tarbiyah) itu banyak, tetapi usrah tetap menjadi jiwa dari semua sarana yang ada. Meskipun sarana tarbiyah bisa berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, usrah tidak boleh ditinggalkan. Ia menjadi benteng terakhir bagi tarbiyah, otak bagi amal jama’i, dan senjata utama dalam merealisasikan cita-cita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pekannya saya selalu merindukan saat-saat pertemuan ini. Ya, meskipun di satu sisi merasa bahwa pada hakikatnya manusia pernah mengalami futur. Justru pertemuan inilah yang menambah suplai energi untuk menghadapi tantangan dan pertarungan hati selama 7x24 jam ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika menghitung jumlah usia biologis, tahun 2012 ini saya mulai menginjak usia 21 tahun, atau 22 tahun untuk beberapa teman yang lain. Sungguh tidak terasa waktu yang dijalani selama berada di kampus. Sudah pasti setelah menjalani aktivitas di sana, kita semua akan terjun di masyarakat. Dan sesungguhnya, suasana dakwah di masyarakat SANGAT BERBEDA dibanding saat berada di kampus atau di sekolah. Itu nasehat yang berulang-ulang kali dilontarkan oleh murabbiyah kami. Memang kalau dilihat, dakwah di masyarakat, terutama yang belum tersentuh sama sekali bisa dibilang seperti 'babat hutan'. Namun itulah kenyataannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Sebenarnya kita ini mau menjadi akhwat yang seperti apa?' sungguh, untuk orang yang telah tertarbiyah dan ter-&lt;i&gt;shibghoh &lt;/i&gt;oleh celupan Allah, sholeh secara pribadi bukan menjadi suatu pilihan mutlak. Banyak hal yang harus disokong dan didukung. Dan, bersama dengan keluarga ideologis ini salah satu upaya semakin menguatkan energi dan ruh dalam dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah istiqomahkanlah kami..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-5917912415395871379?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/5917912415395871379/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2012/02/keluarga-ideologis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/5917912415395871379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/5917912415395871379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2012/02/keluarga-ideologis.html' title='Keluarga Ideologis'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-4365890874236951444</id><published>2012-02-22T07:07:00.000-08:00</published><updated>2012-02-22T07:07:07.337-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Zainab Al-Ghazali: Dalam Renungan Kisah dan Pena</title><content type='html'>Jika kita berbicara tentang para mujahid yang dirindu bidadari syurga selayaknya Imam Hasan Al-Banna, Sayyid Quthb, dan Abdullah Azzam, rasanya belum lengkap apabila belum membahas ini dalam versi muslimahnya. Ya, mujahidah abad ini yang menjadi salah satu orang yang patut membuat cemburu para bidadari di syurga adalah Zainab Al-Ghazali. Muslimah tangguh itu seorang aktivis dan pendiri Jamaat Al-Sayyidat Al-Muslimat (Perhimpunan Perempuan Muslim) saat usianya masih sangat muda, 18 tahun. Beliau juga biasa disebut sebagai pejuang wanita Ikhwanul Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zainab Al-Ghazali adalah wanita yang&amp;nbsp; sangat luar biasa. Tokoh perempuan asal Mesir ini begitu gigih memperjuangkan persamaan hak kaum perempuan berdasarkan keyakinannya, sesuai doktrin ajaran Islam yang benar. Dia tidak setuju dengan ide-ide sekuler &amp;nbsp;tentang gerakan pembebasan perempuan. &amp;nbsp;Perhimpunan yang didirikannya pun mampu melahirkan generasi dai-dai wanita yang mempertahankan status perempuan dalam Islam. Mereka meyakini dan mampu meyakinkan masyarakat bahwa agama Islam memberikan peluang sebesar-besarnya bagi perempuan untuk memainkan peranan penting di masyarakat, baik itu memiliki pekerjaan, terjun di dunia politik, dan bebas dalam mengeluarkan, namun tetap tidak mengesampingkan fungsi utama perempuan dalam mengurus rumah tangga dan sebagai ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zainab Al-Ghazali mengingatkan kita pada sosok yang begitu dekat dengan negeri ini, R.A. Kartini. Begitupun dengan tulisan-tulisannya. Jika kita ingat tulisan Kartini yang berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang” &amp;nbsp;mengandung gagasan dan&amp;nbsp; kecaman terhadap Barat, maka buah pena dari Zainab Al-Ghazali mampu menyeret dirinya hingga ke dalam tahanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Suatu ketika ia melihat kondisi pemerintahan Mesir melakukan kezaliman yang luar biasa. Dilandasi semangatnya yang mendalam, Zainab mengirimkan tulisan ke media massa nasional yang isinya mengkritisi kebijakan pemerintah Mesir. Tulisan Zainab serta-merta mendapat respons negatif dari pemerintah Mesir. Maka, pada suatu malam diculiklah Zainab oleh aparat pemerintah Mesir. Zainab lalu dimasukkan ke kamar sempit yang gelap gulita dalam kondisi terikat. Beberapa menit kemudian lampu kamar dinyalakan. Dan ternyata di dalam kamar tersebut telah berkumpul puluhan&amp;nbsp; ekor anjing yang disiapkan untuk menyiksa Zainab. Dengan dibalut pakaian putih, Zainab tak henti-hentinya berdo'a.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Ya Allah, sibukkanlah aku dengan mengingati-Mu, sehingga hal yang lain tak terasakan olehku”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;&amp;nbsp;Anjing-anjing tadi pun menyerang Zainab. Menggigit sekujur tubuh Zainab. Ia hanya mampu memejamkan mata, tak sanggup menyaksikan puluhan anjing tadi menggerogoti tubuhnya. Tak berapa lama kemudian, pintu kamar dibuka kembali dan lampu dinyalakan. Subhanallah, dengan izin Allah, Zainab tak mendapati sedikit pun luka di sekujur tubuhnya. Allah Azza wa Jalla telah menunjukkan kekuasaan-Nya pada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki. Dan Zainab sebagai juru dakwah tulisan telah melakukan hal yang patut menjadi renungan untuk para aktivis dakwah tulisan pada hari ini.”&lt;/em&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;(Dalam “Tinta-Tinta Dakwah”, Dwi Suwiknyo dkk)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zainab Al-Ghazali meninggalkan jejak perjuangannya, &amp;nbsp;ia wafat pada 3 Agustus 2005 di usia 88 tahun.&amp;nbsp; Zainab telah mengajarkan banyak hal, &amp;nbsp;dari kekuatan akidahnya, perjuangan kewanitaannya hingga goresan-goresan penanya. Bahkan saat bebas dari tahanan ia mampu melahirkan karya berjudul &lt;em&gt;Ayyamun min Hayati&lt;/em&gt; (Hari-Hari dalam Hidupku). Di dalamnya, ia melukiskan bagaimana ia menerima siksaan yang melampaui kekuatan kebanyakan laki-laki saat berada dalam tahanan. Salah satunya adalah saat ia dimasukkan ke dalam ruangan gelap yang dipenuhi anjing-anjing lapar. Dalam buku itu, Zainab menegaskan bahwa hanya pertolongan Allah dan keyakinanlah yang membuatnya tabah dan membuatnya dapat bertahan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, hanya kekuatan akidah yang menghujam dari hati seorang muslim yang mampu mengantarkan kita pada ridho-Nya, meskipun pengorbanan yang ada datang bertubi-tubi. &amp;nbsp;Saya jadi teringat dengan kisah Sayyid Quthb saat menjelang eksekusi kematiannya. Saat itu Sayyid Quthb mengucapkan kata-katanya yang terkenal, “Telunjuk yang senantiasa mempersaksikan keesaan Allah dalam setiap shalat, menolak untuk menuliskan barang satu huruf penundukkan atau menyerah kepada rezim &lt;em&gt;thawaghut…&lt;/em&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dari kisah perjuangan para mujahid dan mujahidah ini dapat membuat kita semakin mencintai perjuangan di jalan-Nya. Amin allahumma amin..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(dalam proses pengiriman ke salah satu media dakwah)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-4365890874236951444?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/4365890874236951444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2012/02/zainab-al-ghazali-dalam-renungan-kisah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/4365890874236951444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/4365890874236951444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2012/02/zainab-al-ghazali-dalam-renungan-kisah.html' title='Zainab Al-Ghazali: Dalam Renungan Kisah dan Pena'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-7346258763896475129</id><published>2012-02-03T02:47:00.000-08:00</published><updated>2012-02-03T04:29:44.166-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Before Paris.. Semua Ada Hikmahnya</title><content type='html'>&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ivWE7aJuV7U/Tyu9KN3WCVI/AAAAAAAAAGw/0A1DeepdlOo/s1600/paris+stamp.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="231" src="http://4.bp.blogspot.com/-ivWE7aJuV7U/Tyu9KN3WCVI/AAAAAAAAAGw/0A1DeepdlOo/s320/paris+stamp.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;MODIFIED INDONESIAN TRADITIONAL GAMES TO REDUCE CHILDREN’S OBESITY RISK&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Yustiyani Sutoyo, Armina Puji Utari, and Miftachul Jannah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;Department of &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Community Nutrition&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Faculty &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;o&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;f Human Ecology&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bogor Agricultural University, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Jl. Raya Dramaga Kampus IPB Dramaga Bogor 16680&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;Phone:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; +62 856 476 37042&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Email: yustiyani10@ymail.com&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Background&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;: Indonesia is a country with great cultural richness included traditional games such as &lt;i&gt;Gobak Sodor&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Engklek&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Petak Umpet&lt;/i&gt;, and&lt;i&gt; Bentengan&lt;/i&gt;. Playing this games not only bring the joy for the children, but also a good physical activity to reduce calorie. It can be defined as a new method to solve the increase of early childhood obesity that has reach 14% among Indonesian children. &lt;b&gt;Aims:&lt;/b&gt; The aim of this study is to present a reducing obesity method among underneath five children based on Indonesian traditional games&lt;b&gt;. Methods&lt;/b&gt;: Meta analysis used to explore the relationship between &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;obesity and physical activity&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;the effect of traditional games to dec&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;r&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;eas&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;e&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; children’s weight&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; and estimate energy expenditure of each game&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; with activity factor approach. &lt;b&gt;Results: &lt;/b&gt;Physical activity is an effective mechanism to reduce obesity among children under five by means of increasing the resting metabolic rate (RMR) and lead to a better fuel and energy expenditure, that estimated by multiplying the activity factor with the duration of the games. Most likely, promoting children’s physical activity through modified Indonesian traditional games is a good intervention to reduce mean weight applied in playgroup. The games modified by adding nutritional message related obesity to give both of joyful and education to the children about good lifestyle and diet to build their own awareness. &lt;b&gt;Conclusions: &lt;/b&gt;Playing modified Indonesian &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;traditional games&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;can decrease &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;mean &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;weight among obese children. This method combined with &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;nutritional &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;education fo&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;r&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;the &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;parents &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;can give &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;more effective results&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Keywords: children’s obesity, modified Indonesian traditional games, physical activity, children under five. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Bismillah...&lt;br /&gt;Memiliki wacana internasional dalam diri seorang muslim terkadang memang dibutuhkan. Seperti halnya Rasulullah saw yang sejak muda pergi berdagang di negeri Syam dan penjuru daerah lainnya. Ya, karena dakwah ini syamil dan muttakamil. Tujuan dari dakwah ini yaitu Islam menjadi agama rahmatan lil 'alamin, dan guru bagi dunia. Sangatlah wajar jika pada akhirnya diperlukan cita-cita yang tinggi (&lt;i&gt;uluhul himmah&lt;/i&gt;) untuk menjejaki kaki-kaki ini di bumi Allah yang lain. Ya, insya Allah asalkan semua didasari niat yang ikhlas lillahi ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, di akhir November 2011 lalu tim abstrak kami (with Mba Yusti dan Mba Miftah) lolos untuk mempresentasikan hasil di Pediatric Conference, Paris 1-3 Maret 2012. Tapi perjuangan ternyata belum berakhir. Biaya untuk transport dan akomodasi tidak mungkin sepenuhnya ditanggung oleh IPB, selain itu juga untuk 'memoles' hasil diskusi tim, perlu adanya bimbingan dari Mr. Rimbawan dan Mr. Rizal Damanik. Berhubung Pak Rimbawan salah satu dosen di Dept Gizi, kami cukup tahu untuk mendapat izin dan prosedural yang lain tidak cukup mudah. Apalagi jam terbang beliau di kancah civitas akademik internasional terbilang tinggi, sehingga untuk mengirim perwakilan mahasiswa pun perlu diadakan simulasi terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, sebenarnya waktu yang ada pun cukup mepet sejak adanya pengumuman lolos abstrak. Pertengahan Desember biasanya perusahaan sudah tutup buku. Padahal dari orangtua saya sendiri sudah ada link sponsor Danone dari teman dekat. Tapi kembali lagi, bulan Desember semua sudah full, begitu juga di awal tahun. Kalau dilihat tanggalnya memang bukan tanggal cantik. Belum lagi ditambah UAS di bulan Januari dan agenda lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya meminta pada Allah, &lt;i&gt;"Ya Allah jika ini memang yang terbaik bagi kami maka mudahkanlah jalannya. Jika belum saatnya, semoga ada rencana lebih indah yang telah Engkau tentukan."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya UAS pun berjalan bersamaan dengan kegiatan lainnya, bahkan saya hampir lupa soal abstrak itu. Kedua mbak-mbak itu sepertinya juga sudah lupa. Malah tidak terasa, liburan menjelang awal semester genap ini kurang lebih tinggal seminggu lagi. Tapi disaat seperti ini, cuaca pun tidak kalah hebatnya. Hujan dan angin terkadang datang tanpa bisa diprediksi sebelumnya. Musim seperti ini rentan terkena berbagai penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, di musim hujan seperti ini lebih nyaman posisi dalam rumah. Dan pada saat saya menonton berita, tidak sengaja ada info, &lt;i&gt;"Cuaca di kawasan Eropa bulan ini sedang dalam titik ekstrem hingga minus 30 derajat Celcius. Bagi Anda yang akan bepergian ke daerah Eropa hingga akhir Februari diusahakan untuk menunda keberangkatan."&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya agak tertegun mendengar berita di televisi tentang ini. Dan pikiran saya langsung teringat lagi dengan abstrak itu. Subhanallah... Allah dengan segala kuasa-Nya. Semua skenario telah dirancang oleh-Nya demi mendapatkan hasil yang terbaik bagi hamba-hambaNya. Apa jadinya seandainya kami telah mendapat sponsor dan perizinan, tapi tetap tidak bisa berangkat? Bukankah itu semakin menambah kekecewaan? Seandainya jadi berangkat pun, kemungkinan kami bisa mati membeku. (bisa cek sumber &lt;a href="http://internasional.kompas.com/read/2012/02/02/22022916/Cuaca.Ekstrem.Eropa.Kian.Makan.Korban" style="background-color: #cc0000;" target="_blank"&gt;disini&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin ini baru sebagian kecil dari kehidupan kami yang Allah tunjukkan bahwa kesuksesan yang tertunda memiliki hikmah yang sangat besar. Ya, semua sudah ketetapan-Nya. Ini baru soal abstrak yang bisa terbilang remeh, bagaimana dengan yang lain? Rezeki, jodoh, dan kesuksesan dakwah juga.&lt;br /&gt;Subhanallah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In The Name of Allah, The Most Mercious, The Most Graciful&lt;br /&gt;-Jumat di awal Februari 2012-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-7346258763896475129?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/7346258763896475129/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2012/02/before-paris-semua-ada-hikmahnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/7346258763896475129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/7346258763896475129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2012/02/before-paris-semua-ada-hikmahnya.html' title='Before Paris.. Semua Ada Hikmahnya'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ivWE7aJuV7U/Tyu9KN3WCVI/AAAAAAAAAGw/0A1DeepdlOo/s72-c/paris+stamp.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-3661294304588068507</id><published>2012-01-30T05:06:00.000-08:00</published><updated>2012-01-30T05:07:00.574-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='muslimah'/><title type='text'>Muslimah in The Life Cycle</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-xZF-HcQC_GI/TyaVgsExcFI/AAAAAAAAAGo/jXPEPnmVZQc/s1600/Siklus+Kehidupan+Muslimah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="http://1.bp.blogspot.com/-xZF-HcQC_GI/TyaVgsExcFI/AAAAAAAAAGo/jXPEPnmVZQc/s640/Siklus+Kehidupan+Muslimah.jpg" width="452" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-3661294304588068507?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/3661294304588068507/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2012/01/muslimah-in-life-cycle.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/3661294304588068507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/3661294304588068507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2012/01/muslimah-in-life-cycle.html' title='Muslimah in The Life Cycle'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-xZF-HcQC_GI/TyaVgsExcFI/AAAAAAAAAGo/jXPEPnmVZQc/s72-c/Siklus+Kehidupan+Muslimah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-5346875652727462272</id><published>2012-01-29T23:17:00.000-08:00</published><updated>2012-01-29T23:22:07.724-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliner'/><title type='text'>Coffe Pudding</title><content type='html'>Bismillah..&lt;br /&gt;Rekomendasi menu untuk buka shaum bersama keluarga, puding Moccacino. Di bawah ini resep diambil dari salah satu&lt;span style="background-color: #e06666;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.griyakuliner.com/puding-mokacino/" style="background-color: #e06666;"&gt;link&lt;/a&gt;&lt;span style="background-color: #e06666;"&gt; &lt;/span&gt;dan dibuat sedikit modifikasi. Untuk jenis kopi bisa diganti vanilla latte atau yang lainnya, bisa ditambah biskuit marie atau regal sesuai selera. Dan diusahakan tidak menggunakan rhum untuk penambahan vla&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-xRQ8bkQUDQ0/TyZDscIi9wI/AAAAAAAAAGg/7kdCW1DLjB8/s1600/puding.jpg" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="142" src="http://4.bp.blogspot.com/-xRQ8bkQUDQ0/TyZDscIi9wI/AAAAAAAAAGg/7kdCW1DLjB8/s200/puding.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-WFAKrvJD0sY/TyZDom4npNI/AAAAAAAAAGY/WNVCb49w6IU/s1600/puding+kopi.jpg" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-WFAKrvJD0sY/TyZDom4npNI/AAAAAAAAAGY/WNVCb49w6IU/s200/puding+kopi.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-WFAKrvJD0sY/TyZDom4npNI/AAAAAAAAAGY/WNVCb49w6IU/s1600/puding+kopi.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bahan:&lt;br /&gt;1/2 bungkus agar-agar bubuk putih&lt;br /&gt;75 g gula pasir&lt;br /&gt;400 ml susu cair&lt;br /&gt;1/4 sdt garam&lt;br /&gt;1 sdt kopi instan&lt;br /&gt;10 gram maizena (optional, untuk pelembut), dicairkan terlebih dahulu&lt;br /&gt;1/2 sdt pasta moka&lt;br /&gt;&lt;span id="more-2237"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cara membuat:&lt;br /&gt;1. Campur agar-agar, gula pasir, garam, dan susu cair. Aduk rata.&lt;br /&gt;2. Ambil 2/3 bagian agar-agar, campur dengan kopi instan dan maizena yang telah dicairkan. Aduk rata.&lt;br /&gt;3. Rebus agar-agar kopi sambil diaduk hingga mendidih.&lt;br /&gt;4. Angkat, tambahkan pasta moka, aduk rata.&lt;br /&gt;5. Tuang agar-agar ke dalam cetakan hingga 3/4 tinggi cetakan. Diamkan hingga setengah beku.&lt;br /&gt;6. Rebus agar-agar warna dasar sambil diaduk hingga mendidih.&lt;br /&gt;7. Tuang ke dalam cetakan hingga penuh, bekukan.&lt;br /&gt;8. Keluarkan puding dari cetakan, hias sesuai selera, sajikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resep vla vanila pada umumnya&lt;br /&gt;Bahan: &lt;br /&gt;300 ml susu cair (bisa SKM yang ditambah air)&lt;br /&gt;1 kuning telur, dikocok terlebih dahulu&lt;br /&gt;gula secukupnya&lt;br /&gt;3 sdm maizena dicairkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara membuat:&lt;br /&gt;1. Susu dipanaskan dan ditambah gula, kemudian masukkan kuning telur&lt;br /&gt;2. Maizena yang telah dicairkan dimasukkan, aduk hingga mengental. Vla didinginkan dan disajikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Tips:&lt;br /&gt;1. Untuk penderita diabetes, jenis gula bisa diganti&lt;br /&gt;2. Memasukkan kuning telur pada vla bisa dengan cara memasukkan adonan vla pada wadah kuning telur, kemudian dicampur terlebih dahulu dan dimasukkan ke dalam vla yang sedang dimasak secara perlahan-lahan. Cara ini digunakan untuk menghindari penggumpalan kuning telur pada vla yang sedang dimasak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;Selamat mencoba :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-5346875652727462272?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/5346875652727462272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2012/01/coffe-pudding.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/5346875652727462272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/5346875652727462272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2012/01/coffe-pudding.html' title='Coffe Pudding'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-xRQ8bkQUDQ0/TyZDscIi9wI/AAAAAAAAAGg/7kdCW1DLjB8/s72-c/puding.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-6840164542492617592</id><published>2012-01-28T02:42:00.000-08:00</published><updated>2012-01-28T02:42:12.355-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Penyakit FLU para Kader Dakwah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Anda terkena sakit flu? Biasanya apabila kita banyak melakukan aktivitas tetapi tidak disertai istirahat dan makanan yang menunjang serta kondisi cuaca yang tidak bersahabat dapat membuat seseorang akan mudah mendapatkan penyakit FLU tersebut. Untuk mengobati penyakit tersebut biasanya dokter akan menganjurkan minum obat dan istirahat yang cukup.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lalu bagaimana seorang ikhwah bisa terkena FLU (Futur, Lesu, Uzlah)? Jawabannya tidak jauh berbeda dengan seroang yang terkena penyakit flu. Adanya beberapa kasus tentang al akh yang kemudian sangat aktif di organisasi dakwah kemudian tiba-tiba enggan untuk aktif kembali, ada juga yang hanya sekedar untuk menggugurkan kewajiban sebagai mutarobbi dengan prinsip “Asal Murobbi Senang” atau “Asal tidak tercatat negatif dalam struktural”.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Penyebab sakit FLU&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk mengetahui seorang ikhwah terkena penyakit FLU, maka ada baiknya kita membuka kembali buku yang menjadi acuan aktivis tahun ‘90an yaitu “Terapi Mental Aktivis Harakah” tulisan DR. Sayyid Muhammad Nuh. Penyakit Futur ditempatkan pada bab pertama setelah bab pendahuluan mengenai “penyakit-penyakit di tengah jalan.” Dua hal utama terjadinya futur adalah berlebih-lebihan dalam beragama dan suka menyendiri atau meninggalkan jamaah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Terjadinya seorang al-akh berlebih-lebihan dalam beragama dikarenakan banyaknya tugas yang diemban oleh ikhwah tersebut dan tidak dibantu dalam sebuah team. Tampaknya sudah menjadi suatu kebiasaan atau rahasia umum dikalangan kita bahwa apabila seorang ikhwah yang mendapatkan amanah sebagai ketua dalam jabatan struktural maka biasanya ketua tersebut yang akan dituntut untuk tugas-tugas yang ada dan ikhwah yang lain sibuk dengan “tugas-tugas luar struktur.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hal lainnya adalah suka menyendiri atau meninggalkan jamaah, biasanya seorang ikhwah lebih menyukai kesendirian dikarenakan tidak lagi merasakan manisnya semangat ukhuwah dalam berjamaah serta tidak menemukan adanya nuansa ruhiyah ketika melakukan aktivitas ibadah dalam kesunyian. Dalam kesunyian ini, apabila ada saudaranya yang membiarkannya dalam kondisi tersebut, lambat laun namun pasti akan “menjerumuskan” akh tersebut dalam kelesuan beraktivitas dakwah. Beliau akan lebih suka dalam kemanisan beribadah daripada kesusahan aktivitas dakwah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lesu akan menjadi tingkat yang paling berbahaya dalam kondisi futur bagi seorang ikhwah, karena apabila seorang al-akh sudah mengalami kelesuan biasanya lebih suka untuk Uzlah. Uzlah bisa dijadikan alasan seorang ikhwah karena lebih merasakan manisnya nilai ruhiyah daripada berdakwah ke masyarakat. Adapula yang beralasan bahwa dengan bergaul dengan manusia dapat menganggu konsentrasi beribadah dengan melupakan pengertian ibadah yang sebenarnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Terapi Penyakit FLU Kader&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk mengobatinya tentu saja yang bersangkutan harus dapat memotivasi diri kembali dengan membaca buku-buku yang diperlukan, muhasabah diri pada saat “istirahat”. Tetapi, selain penyembuhan oleh yang bersangkutan maka kondisi lingkungan yang kondusif dalam proses penyembuhan tersebut. Menjenguk dan memberi “oleh-oleh” dari saudaranya bisa menjadi cara untuk mempercepat proses penyembuhan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seperti etika dalam menjenguk orang sakit, diusahakan tidak membahas tuntutan tugas dakwah, masalah-masalah dakwah yang harus diselesaikan, tetapi pembicaraan dapat diarahkan mengenai perhatian terhadap dirinya, keluarga dan hal-hal lain mengenai kesulitan prbadi kehidupannya dan akan lebih baik bila menawarkan diri untuk membantunya membantu permasalahan yang dihadapinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Bagaimana kabar antum akhi? Sudah lama tidak pernah kelihatan?” Terdengar lebih baik dan manis daripada teguran “Kemana saja antum? Banyak tugas tuh!” atau “Kemana saja antum? Dimana saja antum bersembunyi antum akan tetap dicari akhi, bahkan bisa jadi catatan kaderisasi untuk tingkatan antum!”.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Atau “Akh, tugas yang kemarin antum dapat ada yang bisa ana Bantu?” juga terasa lebih baik dan melegakan bila dibandingkan “Bagaimana nih kerjaan antum? Kok hasilnya begini?”. Ucapan-ucapan tersebut kelihatan sederhana tetapi sangat berpengaruh dalam dakwah fardiyah, silahkan baca kembali Sentuhan hati penyeru dakwah, panduan berdakwah syabiah tulisan Abbas As-sisi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(Sumber : Majalah Tatsqif Edisi 17 Th. II/JUmadil Akhir 1427 H/Juli-Agustus 2006)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-6840164542492617592?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/6840164542492617592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2012/01/penyakit-flu-para-kader-dakwah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/6840164542492617592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/6840164542492617592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2012/01/penyakit-flu-para-kader-dakwah.html' title='Penyakit FLU para Kader Dakwah'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-2252448183069927140</id><published>2012-01-17T23:46:00.000-08:00</published><updated>2012-01-19T02:51:39.773-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Tsawabit Amal Islami Menurut Al-Banna: Optimalisasi Media Massa</title><content type='html'>&lt;span class="postedby"&gt;Oleh: Abu Ghozzah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Dakwah atau seruan hari ini diusung oleh beragam kelompok, berbeda dengan sebelumnya. Di antara mereka ada yang menjadi intelektual, peneliti, trainer, ahli statistik. Terutama lagi di Barat, mereka mampu menelorkan konsep secara tertulis dan teraplikasikan secara nyata, dengan itu mereka mampu menjelaskan yang sebelumnya gelap, mampu menyingkap nilai-nilai positif dan selalu fresh dalam menggunakan sarana penyebaran informasi dan metode propaganda yang lebih canggih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara tersebut mereka mampu ‘menyihir’ hati manusia; cara yang simpel, mudah, dan lebih gampang dicerna dan diikuti. Begitu juga dengan sarana propaganda sekarang ini, berbeda dengan sarana propaganda yang sebelumnya. Boleh jadi sarana propaganda sebelumnya berupa ucapan dalam khutbah dan acara pertemuan, atau kalimat yang ditulis dalam surat atau risalah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;Adapun dewasa ini, sarana untuk mempengaruhi orang lain sudah sangat banyak, berupa; bulletin, newsletter, koran, majalah, komik, drama, teater, radio, -tv, jejaring sosial seperti web, facebook, twitter dst,-. Ini semua mampu menyampaikan pesan pada manusia semua; laki-laki maupun perempuan, di rumah-rumah mereka, di tempat kerja mereka, di perusahaan-perusahaan dan di perkebunan mereka.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban bagi pengusung dakwah untuk menguasai semua sarana tersebut, sehingga kerja-kerja mereka lebih maksimal sebagaimana yang diharapkan, (Dakwatuna: Ar-Rasail, Cet.1:15 atau Ar-Rasail, Cet. 2:17).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Media Massa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Hendaknya tetap seimbang antara kerja nyata yang dibarengi dengan propaganda dan publikasi media massa, khawatir kerja-kerja positif itu dinodai oleh sifat riya’ sehingga berdampak&amp;nbsp; sia-sia dan bahkan rusak. Dengan upaya menyebarkan kebaikan, menyuruh pada kebaikan dan bersegera untuk mengkampanyekannya sehingga lebih berdampak ganda dan meluas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Tabiat Ikhwan adalah lebih mementingkan tidak diketahui orang banyak kecuali oleh para pelakunya saja. Jika ada orang yang merasa puas karena adanya kerja positif tersebut, itu yang perlu kita syukuri. Jika ada orang yang tidak merasa puas dengan adanya kerja kita, orang yang demikian tidak perlu diyakinkan dengan perkataan. Lebih lagi dengan propaganda bohonh yang tidak ada bukti nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun jika dakwah sudah sangat terang benderang, namun masih ada manusia yang bertanya-tanya, sedangkan ada pihak-pihak yang berkepentingan memutar balikkan fakta, maka dalam hal ini menjadi kewajiban bagi kita untuk menjelaskan kepada manusia hakikat tujuan dakwah kita, sarana-sarana yang kita pakai, batasan fikrah kita, manhaj amal kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi seperti ini kita jelaskan kerja-kerja kita kepada manusia, bukan untuk sombong, tetapi untuk menjelaskan hasil kerja positif yang bermanfaat bagi umat dan kebaikan bagi putra-putra Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Di antara sarana-sarana itu adalah bulletin internal khusus, koran harian dengan tetap menjaga kode etik jurnalistik, tidak melampaui batas -jg yang disebutkan di atas, pentj-. Hendaknya Media massa atau alat propaganda itu tetap menjaga batas-batas moral, akhlak utama, berusaha untuk menghimpun hati dan mendekatkan jiwa-jiwa manusia dan yang lebih penting dari itu semua adalah perlu menghadirkan perasaan mencari ridha Allah swt. (Risalah Muktamar Khamis: Ar-Rasail, cet. 1;163-164 atau Ar-Rasail, cet. 2;129-130 atau Al-Ushul;51-52) &lt;br /&gt;&lt;span class="postedby"&gt;Sumber: www.al-ikhwan.net &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-2252448183069927140?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/2252448183069927140/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2012/01/tsawabit-amal-islami-menurut-al-banna.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/2252448183069927140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/2252448183069927140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2012/01/tsawabit-amal-islami-menurut-al-banna.html' title='Tsawabit Amal Islami Menurut Al-Banna: Optimalisasi Media Massa'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-2791420674689255775</id><published>2012-01-15T08:57:00.000-08:00</published><updated>2012-01-15T09:06:57.186-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gizi Kesehatan dan Islam'/><title type='text'>Anemia, Si Biang Futur</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-u1VOwDMmHJg/TxMFQvbACNI/AAAAAAAAAGQ/ETnXefltw2Q/s1600/anemia.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-u1VOwDMmHJg/TxMFQvbACNI/AAAAAAAAAGQ/ETnXefltw2Q/s1600/anemia.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pernahkah kita merasa menjadi orang yang paling semangat, selalu mengawali hari dengan senyuman dan sangat siap melaksanakan setumpuk kegiatan? Atau sebaliknya, setiap bangun pagi kita merasa loyo, capek, pegal dan bahkan lupa tugas-tugas yang harus diselesaikan? Ketika suatu pagi kita mengalami keadaan buruk ini, kita akan merasa malas melakukan apapun. Kajian tidak datang, ke kampus terlambat, tilawah hanya beberapa ayat, shalat dhuha libur dulu, dan rapat organisasi absen saja. Teman-teman mengidentifikasi kita sedang futur, sedang mengalami kemunduran ruhiyah dan penurunan spiritualitas. Lalu, kita kebanjiran SMS motivasi dan tausiyah dari sana-sini. Anehnya, puluhan SMS dan tausiyah itu hanya sedikit atau tidak membuat kita berubah. Kaki tetap berat melangkah untuk menyambut berbagai amanah mulia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah kita sedang futur? Mungkin benar. Tetapi yang lebih penting penting adalah mengetahui penyebabnya. Tanpa tahu penyebabnya, kita tak akan tahu cara mengatasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan-jangan, kita hanya kekurangan zat besi (anemia) saja. Jika ini segera kita sadari, sebelum teman-teman memberondong dengan SMS indah dan tausiyah, kita telah bangkit ceria dan menyapa mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita hitung, manakah yang lebih banyak kita rasakan, ketika pagi tiba. Pagi adalah awal sebuah hari, biasanya kualitas hari kita akan ditentukan oleh kondisi kita di pagi hari. Jika setelah bangun tidur kita merasakan tubuh yang segar, dan pikiran yang fresh, maka kita akan siap mengisi hari dengan aktifitas yang penuh manfaat. Menyelesaikan semua amanah yang diemban tanpa keluhan. Selalu siap berlama-lama menjadi relawan di daerah bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesegaran tubuh di pagi hari sangat tergantung pada kualitas tidur dan asupan nutrisi di hari sebelumnya. Tidur yang berkualitas akan membuat badan kembali segar, namun bukan berarti harus memperbanyak jam tidur. Asupan nutrisi yang seimbang sesuai dengan kebutuhan pun sangat menentukan kesegaran tubuh di pagi hari. Ada 5 zat gizi yang harus diterima tubuh dalam jumlah yang sesuai kebutuhan. Kelima zat gizi tersebut adalah protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral Jika tubuh kekurangan kelima zat gizi yang seharusnya diterima tubuh, maka akan berdampak pada defisiensi atau kekurangan zat gizi. Bahkan bisa jadi terkena defisiensi beberapa zat gizi seperti kurang gizi (akibat kekurangan kalori dan protein) dan anemia gizi besi (kekurangan Fe atau zat besi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, seandainya kita adalah relawan Merapi yang harus mendampingi para pengungsi. Atau aktifis dakwah kampus yang sedang memimpin rapat penting, atau juga seorang panitia tabligh akbar yang sedang menjemput pembicara, tiba–tiba saja pingsan. Tubuh lemah dan tidak kuat melanjutkan amanah. Semua aktifitas itu harus dihentikan dan Anda harus bad-rest. Di-cancel-lah beberapa agenda penting. Setelah diperiksakan, kita mengalami Anemia Gizi Besi (AGB), juga memiliki status gizi yang kurang alias kurang gizi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab utama anemia adalah kurangnya zat besi dalam tubuh. Kurangnya zat besi dalam tubuh bisa dikarenakan kurang asupan makan sumber zat besi, bisa pula karena penyakit seperti malaria, infeksi penyakit karena cacing, dan gangguan patologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda yang sangat mudah dikenali jika terkena anemia adalah &lt;b&gt;5 L&lt;/b&gt; : Lemah, Letih, Lesu, Loyo dan Lunglai. Seolah tubuh sangat berat untuk digerakan, berkunang-kunang, dan sulit berkonsentrasi. Hal ini sangat terasa jika berubah posisi, ketika jongkok kemudian kita berdiri, atau ketika beranjak dari tempat tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anemia lebih banyak diderita oleh wanita karena wanita mengalami masa haid setiap bulannya. Fe pun hilang bersamaan keluarnya darah haid. Sehingga pengeluaran zat besi ini harus diimbangi dengan asupan makanan sumber Fe, dan suplemen pil besi. Selain itu asupan vitamin C harus dupenuhi karena mendukung penyerapan zat besi. Bahan makanan yang merupakan sumber Fe adalah sumber protein hewani seperti hati daging sapi, dan daging kambing. Sayuran berwarna hijau seperti bayam hijau, bayam merah, dan daun singkong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja kita akui bahwa para aktivis jarang yang memperhatikan makanannya. Pagi-pagi pergi tak sempat sarapan. Siang makan dengan asupan seadanya, dan malam menyantap mie instan tanpa sayuran hijau atau daging. Kita perlu mengevaluasi kembali kebiasaan makan selama ini karena ini sangat mempengaruhi kesehatan tubuh. Makan tidak hanya sekedar ingin makan dan tidak sekedar kenyang. Diperlukan kecerdasan untuk memilih makanan, mempertimbangkan manfaat dan dampak positifnya. Pola makan sehat dan memakan makanan sehat harus menjadi kebiasaan para aktifis dawah. Amanah yang diemban tidak hanya untuk sekarang dan esok hari, namun sampai ajal menjelang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang ahkwat atau ummahat, makanan tidak hanya untuk sekedar sehat tapi juga untuk kecantikan dirinya. Kulit yang halus, mata bersinar serta otak yang cerdas dapat dimulai dari makanan. Fungsi lain yang tidak kalah penting adalah menyiapkan diri untuk menghadapi kehamilan. Bayi sehat hanya akan berasal dari rahim yang kuat dan sehat. Begitu juga dengan ASI yang berkualitas, akan mengalir dari tubuh Ibu yang memiliki status gizi normal, berperilaku sehat, penyabar dan qanaah. Semua itu hanya bisa terwujud jika kita mempersiapkannya dari sekarang. Mulailah dari makanan sehat dan pola makan sehat. Jangan sampai kita futur, hanya gara-gara kurang Fe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: fimadani&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-2791420674689255775?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/2791420674689255775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2012/01/anemia-si-biang-futur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/2791420674689255775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/2791420674689255775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2012/01/anemia-si-biang-futur.html' title='Anemia, Si Biang Futur'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-u1VOwDMmHJg/TxMFQvbACNI/AAAAAAAAAGQ/ETnXefltw2Q/s72-c/anemia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-6820470294032283978</id><published>2012-01-05T06:24:00.001-08:00</published><updated>2012-01-05T22:40:22.375-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Journey of Life'/><title type='text'>Tradisi Tedhak Siten = Menentukan Masa Depan Anak?</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;i&gt;“Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi diri mereka sendiri” (Q.S. Ar-Ra’d: 11)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillah..&lt;br /&gt;Beberapa waktu ini seisi rumah (keluarga) sedikit disibukkan dengan aktivitas yang tergolong baru, namun sebenarnya hanya berlangsung dalam waktu singkat. Ya, tidak lain dan tidak bukan ini mengenai persiapan pernikahan untuk kakak saya. Dimulai survei tempat dll sampai konsepan acara. Berhubung kedua pihak asli suku Jawa, dan sepertinya sangat memegang prinsip adat, maka disepakatilah akan ada serangkaian ritual (yang insya Allah tetap menyesuaikan dengan syariat, wallahu alam) yang nama-namanya banyak dan susah dihapal. Sebenarnya agak bingung juga, karena setiap sesi acara punya makna masing-masing. Yang disayangkan, kalau acara ini dilihat dari analisis biaya dan manfaat, pastinya kurang efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, tapi bukan itu permasalahan yang akan dibahas. Disaat sedang diskusi mengenai ritual adat, berdasarkan cerita orangtua ternyata.. saya pun pernah mengalaminya sewaktu kecil. Namanya Tedhak Siten. Selama 20 tahun, saya pun baru sadar pernah melakukan ritual ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tedhak&lt;/i&gt; artinya turun atau menapakkan kaki, &lt;i&gt;Siten&lt;/i&gt; dari kata siti artinya tanah atau bumi. Jadi &lt;i&gt;tedhak siten&lt;/i&gt; berarti menapakkan kaki kebumi. Ritual Tedhak Siten menggambarkan persiapan seorang anak untuk menjalani kehidupan yang benar dan sukses dimasa mendatang, dengan berkah &lt;i&gt;Gusti&lt;/i&gt;, Tuhan dan bimbingan orang tua dan para guru dari sejak masa kanak-kanak. Kapan melakukannya saya belum tahu pasti, mungkin saat belum berumur satu tahun, atau pada saat baru bisa berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Tedhak Siten terdiri dari serangkaian,, tapi ada satu sesi yang menurut saya cukup menarik , yaitu pada saat anak berada di kurungan ayam yang besar. Di dalamnya terdapat berbagai benda, seperti buku, perhiasan, &lt;i&gt;handphone&lt;/i&gt;, mainan mobil-mobilan, dokter-dokteran, dll. Kemudian anak yang masih kecil itu akan dibiarkan memegang barang apa. Misalnya dia memegang mainan dokter, kemungkinan saat besarnya nanti akan jadi dokter. Kalau memegang &lt;i&gt;handphone&lt;/i&gt;, dia bisa jadi tehnisi atau ahli komunikasi. Lucu juga ya? Konon kurungan merupakan perlambang dunia nyata, jadi si anak memasuki dunia nyata dan dalam kehidupannya dia akan dipenuhi kebutuhannya melalui pekerjaan/aktivitas yang telah dipilihnya secara intuitif sejak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut cerita orangtua saya, dari sekian banyak barang-barang yang ada di dalam kurungan, yang saya ambil justru pulpen yang hampir tidak terlihat. Kemudian saya juga ambil buku, dan main coret-coretan. Beda dengan kakak saya, kalau kakak menurut cerita justru mengambil kuas. Memang kalau dilihat kakak saya suka desain. Untuk saya sendiri saya belum memahami maksudnya apa. Namun apakah kita langsung percaya dengan tradisi ini? Menurut pandangan subjektif saya, sebelum ada bukti ilmiah dan belum pernah dipublikasikan, sebaiknya kita lebih yakin dengan ikhtiar yang nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri...&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;Bagaimana bisa jika masa depan seorang anak ditentukan dengan acara yang hanya berlangsung beberapa jam? Ya, menjadi apapun kita secara tidak langsung adalah pilihan kita sendiri dan atas apa yang telah diusahakan selama ini. Bismillah..&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Nahnu du'at qobla kulli syai'in..&lt;/i&gt; Kami adalah da'i sebelum menjadi apapun&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-6820470294032283978?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/6820470294032283978/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2012/01/tradisi-tedhak-siten-menentukan-masa_05.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/6820470294032283978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/6820470294032283978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2012/01/tradisi-tedhak-siten-menentukan-masa_05.html' title='Tradisi Tedhak Siten = Menentukan Masa Depan Anak?'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-2727316380107363253</id><published>2012-01-04T04:55:00.000-08:00</published><updated>2012-01-04T04:55:54.177-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Memulai dengan Bismillah...</title><content type='html'>Saya jadi teringat kisah dua syaitan yang mengalami perbedaan fisik yang cukup jauh. Yang satu bertubuh gemuk, memiliki pakaian lengkap serta rambutnya berminyak. Sedangkan yang satunya lagi berbanding terbalik. Ya, sebenarnya 'perawatan' dari syaitan ini tergantung dari majikannya. Tidak lain dan tidak bukan, syaitan yang makmur dan subur ini adalah syaitan dengan majikan yang tidak pernah mengucap basmalah setiap memulai aktivitas. Biasanya ini menjadi materi menarik di awal mentoring. Yuk kita evaluasi diri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, memulai dengan Bismillah... pun untuk mengawali tahun baru Hijriyah dan Masehi ini. Kembali melihat rancangan dan target yang telah disusun sejak lama. Meskipun ada yang belum sesuai target,, tetap mengucap Bismillah... untuk mengawali perbaikan yang lebih baik&amp;nbsp; :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-2727316380107363253?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/2727316380107363253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2012/01/memulai-dengan-bismillah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/2727316380107363253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/2727316380107363253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2012/01/memulai-dengan-bismillah.html' title='Memulai dengan Bismillah...'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-2942331564688220956</id><published>2011-12-28T21:16:00.000-08:00</published><updated>2011-12-28T21:19:14.831-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Untukmu Wahai Pejuang</title><content type='html'>(Ust Aus Hidayat Nur)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jika engkau cinta, maka dakwah adalah FAHAM&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;mengerti tentang Islam, Risalah anbiya dan warisan ulama&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hendaknya engkau fanatis dan bangga dengannya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Seperti Mughirah bi Syu'bah di hadapan Rustam panglima Kisra&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jika engkau cinta, maka dakwah adalah IKHLAS&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Menghiasi hati, memotivasi jiwa untuk berkarya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Seperti kata Abul Anbiya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku semata bagi Rabb semesta."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Berikan hatimu untuk Dia&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Katakan: "Allahu Ghayatuna"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jika engkau cinta, maka dakwah adalah AMAL&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Membangun kejayaan umat&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;kapan saja dan dimana saja engkau berada&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Yang bernilai adalah kerja&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bukan semata ilmu apalagi lamunan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sasarannya adalah perbaikan dan perubahan, al ishlah wa taghyir&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dari diri pribadi, keluara, masyarakat, hingga negara&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bangun aktivitas secara tertib tuk mencapai kejayaan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jika engkau cinta, maka dakwah adalah JIHAD&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sungguh-sungguh di meda perjuangan melawan kebathilan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tinggikan kalimat Allah rencahkan ocehan syaithan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kerja keras tak kenal lelah adalah rumusnya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tinggalkan kemalasan, lamban, dan berpangku tangan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jika engkau cinta, maka dakwah adalah TADHIYAH&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bukti kesetiaan dan kesiapan memberi, pantang meminta&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bersedialah banyak kehilangan dengan sedikit menerima&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Karena di sisi Allah lebih mulia, dan di sisimu fana belaka&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sedangkan tiap tetes keringat berpahala lipat ganda&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jika engkau cinta, maka dakwah adalah TAAT&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kepada Allah dan Rasul, Al-Quran da sunnahNya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Serta orang-orang bertakwa yang tertata&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Taat adalah wujud syukurmu kepada hidayah Allah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Karenanya nikmat akan bertambah melimpah penuh berkah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jika engkau cinta, maka dakwah adalah TSABAT&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hati dan jiwa tegas walau banyak rintangan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Buah dari sabar meniti jalan, teguh tak tergoyahkan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Berjalan lempang jauh dari penyimpangan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jika engkau cinta, maka dakwah adalah TAJARRUD&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ikhlas di setiap langkah menggapai satu tujuan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Engkau da'i sebelum apapun adanya engkau&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dakwah tugas utamamu sebelum adanya engkau&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dakwah tugas utamamu sedang lainnya hanya selingan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jika engkau cinta, maka dakwah adalah UKHUWAH&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Lekatnya ikatan hati berjalin dalam nilai-nilai persaudaraan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bersaudaralah dengan muslimin sedunia&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Utamanya mukmin mujahidin&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Lapang dada merupakan syarat terendahnya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Itsar bentuk tertingginya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan Allah Yang Maha Mengetahui&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Menghimpun hati-hati para da'i dalam cintaNya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Berjumpa karena taat kepadaNya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Melebur satu dalam dakwah di jalanNya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Saling berjanji untuk menolong syariatNya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jika engkau cinta, maka dakwah adalah TSIQOH&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kepercayaan yang dilandasi iman&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Padukan seluruh poternsimu libatkan dalam jalan dakwah ini sepenuh keyakinan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kepada Allah, Rasul, Islam, Qiyadah, dan Junudnya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hilangkan keraguan dan pastikan kejujurannya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Karena ini kafilah kebenaran yang penuh berkah&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-2942331564688220956?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/2942331564688220956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/12/untukmu-wahai-pejuang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/2942331564688220956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/2942331564688220956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/12/untukmu-wahai-pejuang.html' title='Untukmu Wahai Pejuang'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-3895860151708333276</id><published>2011-12-22T21:15:00.000-08:00</published><updated>2011-12-22T21:26:19.052-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Only One Road I'm Walking</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-ebhImme7ycg/TvQMCo_l6LI/AAAAAAAAAGI/-hqfdKHW-AY/s1600/terisi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-ebhImme7ycg/TvQMCo_l6LI/AAAAAAAAAGI/-hqfdKHW-AY/s320/terisi.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Ibarat air susu yang selalu tersimpan di dalam bejana namun tidak pernah dituang ke wadah lain,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;sama halnya seperti ilmu yang kita gali namun tidak kita tebarkan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;bukan menjadi ilmu yang bermanfaat,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;maka dengan inilah perlunya tarbiyah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;seperti rotasi dan siklus penyebaran ilmu &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;kita yang berada di dalamnya sebagai pelaku, baik subjek maupun objek&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;kita bukan pemula, bukan pula penghujung&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;tetapi penyambung, maka jangan pernah hentikan perjalanan itu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;siklus ini harus tetap berjalan, karena kita hidup dalam kepadatan interaksi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;meski sulit, akan selalu ada yang meneruskan perjalanan ini &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt; karena perjalanan dakwah tiada penghujung...&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;-&lt;/i&gt;28 Muharram 1433 H-&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-3895860151708333276?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/3895860151708333276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/12/endless-road.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/3895860151708333276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/3895860151708333276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/12/endless-road.html' title='Only One Road I&apos;m Walking'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-ebhImme7ycg/TvQMCo_l6LI/AAAAAAAAAGI/-hqfdKHW-AY/s72-c/terisi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-8328696922114877176</id><published>2011-12-19T02:52:00.000-08:00</published><updated>2011-12-19T02:52:35.964-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gizi Kesehatan dan Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Hikmah Sunnah "Tidur Miring ke Kanan"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-ng3IhQG5TRs/Tu8W1NvIgII/AAAAAAAAAF8/iao3JuqwHk8/s1600/sleping-kids.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-ng3IhQG5TRs/Tu8W1NvIgII/AAAAAAAAAF8/iao3JuqwHk8/s1600/sleping-kids.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya telah ada pada (DIRI) Rasulullah itu suri teladan yang BAIK bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Alloh dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Alloh.&lt;/i&gt;” (QS Al Ahzab : 21)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan tidur miring ke kanan : &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari al-Barra` bin Azib, Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, &lt;i&gt;“Apabila kamu hendak tidur,maka berwudhulah (dengan sempurna) seperti kamu berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlah di atas sisi tubuhmu yang kanan”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.&lt;/i&gt;” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;1. Mengistirahatkan otak sebelah kiri&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Secara anatomis, otak manusia terbagi menjadi 2 yaitu bagian kanan dan kiri. Bagian kanan adalah otak yang mempersarafi organ tubuh sebelah kiri dan sebaliknya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-2016"&gt;&lt;/span&gt;Umumnya ummat muslim menggunakan organ tubuh bagian kanan sebagai anggota tubuh yang dominan dalam beraktifitas seperti makan, memegang dan lainnya. Dengan tidur pada posisi sebelah kanan, maka otak bagian kiri yang mempersarafi segala aktiftas organ tubuh bagian kanan akan terhindar dari bahaya yang timbul akibat sirkulasi yang melambat saat tidur/diam. Bahaya tersebut meliputi pengendapan bekuan darah, lemak , asam sisa oksidasi, dan peningkatan kecepatan atherosclerosis atau penyempitan pembuluh darah. Sehingga jika seseorang beresiko terkena stroke, maka yang beresiko adalah otak bagian kanan, dengan akibat kelumpuhan pada sebelah kiri (bagian yang tidak dominan).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;2. Mengurangi beban jantung.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Posisi tidur kesebelah kanan yang rata memungkinkan cairan tubuh (darah) terdistribusi merata dan terkonsentrasi di sebelah kanan bawah. Hal ini akan menyebabkan beban aliran darah yang masuk dan keluar jantung lebih rendah. Dampak posisi ini adalah denyut jantung menjadi lebih lambat, tekanan darah juga akan menurun. Kondisi ini akan membantu kualitas tidur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;3. Mengistirahatkan lambung&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lambung manusia berbentuk seperti tabung berbentuk koma dengan ujung katup keluaran menuju usus menghadap kearah kanan bawah. Jika seorang tidur kesebelah kiri maka proses pengeluaran chime (makanan yang telah dicerna oleh lambung dan bercampur asam lambung) akan sedikit terganggu, hal ini akan memperlambat proses pengosongan lambung. Hambatan ini pada akhirnya akan meningkatkan akumulasi asam yang akan menyebabkan erosi dinding lambung. Posisi ini juga akan menyebabkan cairan usus yang bersifat basa bias masuk balik menuju lambung dengan akibat erosi dinding lambung dekat pylorus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;4. Meningkatkan pengosongan kandung empedu, pankreas.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adanya aliran chime yang lancar akan menyebabkan keluaran cairan empedu juga meningkat, hal ini akan mencegah pembentukan batu kandung empedu. Keluaran getah pancreas juga akan meningkat dengan posisi mirin ke kanan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;5. Meningkatkan waktu penyerapan zat gizi.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat tidur pergerakan usus menigkat. Dengan posisi sebelah kanan, maka perjalanan makann yang telah tercerna dan siap di serap akan menjadi lebih lama, hal ini disebabkan posisi usus halus hingga usus besar ada dibawah. Waktu yang lamam selamat tidur memungkinkan penyerapan bias optimal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;6. Merangsang buang air besar (BAB)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan mtidur miring ke sebelah kanan , proses pengisian usus besar sigmoid (sebelum anus) akan lebih cepat penuh, jika sudah penuh akan merangsang gerak usus besar diikuti relaksasi dari otot anus sehingga mudah buang air besar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;7. Mengisitirahatkan kaki kiri&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Pada orang dengan pergerakan kanan, secara ergonomis guna menyeimbangkan posisi saat beraktifitas cenderung menggunakan kaki kiri sebagai pusat pembebanan. Sehingga kaki kiri biasanya cenderung lebih merasa pegal dari kanan, apalagi kaki posisi paling bawah dimana aliran darah balik cenderung lebih lambat. Jika tidur miring kanan , maka pengosongan vena kaki kiri akan lebih cepat sehingga rasa pegal lebih cepat hilang. Dari uraian diatras tampak banyak manfaat tidur dengan posisi miring. Mudah-mudahan uraian tersebut dapat membawa manfaat bagi umat dalam mengamalkan salah satu sunnah nabi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sumber: salimah.or.id &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-8328696922114877176?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/8328696922114877176/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/12/hikmah-sunnah-tidur-miring-ke-kanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/8328696922114877176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/8328696922114877176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/12/hikmah-sunnah-tidur-miring-ke-kanan.html' title='Hikmah Sunnah &quot;Tidur Miring ke Kanan&quot;'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-ng3IhQG5TRs/Tu8W1NvIgII/AAAAAAAAAF8/iao3JuqwHk8/s72-c/sleping-kids.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-6537171599563272389</id><published>2011-12-12T06:01:00.000-08:00</published><updated>2011-12-12T06:01:21.174-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gizi Kesehatan dan Islam'/><title type='text'>Suplemen Makanan: Kebutuhan atau Gaya Hidup?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-g9DJeECQXps/TuYI4ikdzVI/AAAAAAAAAF0/cIbcXPhTK3o/s1600/suplemen.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="243" src="http://3.bp.blogspot.com/-g9DJeECQXps/TuYI4ikdzVI/AAAAAAAAAF0/cIbcXPhTK3o/s320/suplemen.jpg" width="320" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;“&lt;em&gt;Let your food be your medicine and your medicine be your food”&lt;/em&gt;. Ungkapan itu pernah disampaikan oleh Hipocrates, salah seorang ahli ilmu kedokteran. Sederhananya, bisa diartikan bahwa pola makan yang sehat dan seimbang menjadi faktor penentu pada kesehatan seseorang, zat-zat gizi yang terkandung dalam makanan itu mampu menghindarkan kita dari berbagai macam penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini, kualitas hidup manusia semakin menurun disebabkan berbagai faktor antara lain lingkungan yang tak sehat seperti polusi dan banyaknya radikal bebas, pekerjaan yang menuntut fisik selalu tampil prima, stress psikologis, serta tututan gaya hidup modern. Sebagai pelarian dari berbagai keadaan ini, kebanyakan manusia memilih suplemen makanan untuk menjamin kesehatan tubuhnya. Mereka beranggapan bahwa dengan mengkonsumsi suplemen makanan, maka tubuh akan selalu fit dan terhindar dari berbagai macam penyakit. Pemahaman ini yang kemudian menjadi salah satu faktor pendorong menjamurnya produk makanan atau minuman suplemen di pasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suplemen makanan biasanya berupa multivitamin dan zat-zat tambahan tertentu. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan No. 329/MenKes/Per/XII/76, suplemen makanan bukanlah obat, melainkan hanya makanan/minuman yang boleh dikonsumsi. Berbeda dengan obat, suplemen makanan tidak melalui uji klinis untuk menentukan seberapa besar manfaatnya, kebanyakan hanya efek &lt;em&gt;placebo&lt;/em&gt;. Tidak benar jika suplemen makanan dipahami sebagai obat yang mampu menyembuhkan penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suplemen makanan hanya berfungsi untuk mengganti zat-zat gizi yang belum tercukupi dalam makanan, menyegarkan tubuh, dan membantu memperbaiki kesehatan tubuh. Suplemen makanan ini sebenanya tidak diperlukan selama kita menerapkan pola makan gizi seimbang. Suplemen ini hanya diperlukan pada kondisi tertentu seperti usia lanjut, masa penyembuhan, defisiensi vitamin tertentu, pekerja berat, atau menderita kelainan. Konsumsi suplemen makanan yang tidak tepat guna, apalagi jika dilakukan terus menerus dalam jangka waktu yang lama, justru merugikan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, tubuh manusia rata-rata hanya memerlukan 60-90 mg vitamin C/hari, setara dengan tiga butir buah jeruk. Sedangkan yang kita jumpai di pasaran justru banyak produk suplemen yang mengandung vitamin C 1000 mg. Memang vitamin C larut dalam air, sehingga banyak yang berpendapat bahwa kelebihan vitamin C tidak terlalu berbahaya karena dapat diatasi dengan banyak minum air. Faktanya berbagai penelitian menyimpulkan bahwa kelebihan vitamin C dapat memperberat kerja ginjal, mengganggu penyerapan tembaga , kadang menyebabkan nyeri lambung dan diare serta gangguan sakit kepala. Begitu pula dengan vitamin yang lain, berlebihan mengkonsumsi vitamin E seperti pada produk-produk kecantikan kulit menyebabkan agregasi trombosit berkurang sehingga mudah mengalami pendarahan. Kelebihan vitamin yang larut dalam lemak seperti A, D, K, dan zat besi yang tidak dapat dibuang dalam tubuh akan terakumulasi menjadi racun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan suplemen makanan harus dengan cara yang benar yaitu sesuai dengan kebutuhan tubuh. Caranya, pilih dosis yang sesuai dengan kebutuhan, jadikan suplemen sebagai penunjang zat-zat gizi yang belum terpenuhi dalam makanan, bukan sebagai sumber nutrisi utama, jangan dikonsumsi secara terus-menerus dalam jangka waktu lama. Sebelum membeli suplemen makanan sebaiknya cek dulu komposisi dan dosisnya, tanggal kadaluarsa, informasi nilai gizi, dan kegunaannya. Jangan tertipu dengan lebih besar dosis maka efeknya akan lebih baik. Yang terjadi justru organ-organ tubuh akan bekerja lebih berat untuk memetabolisme dan membuang kelebihan dosis tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangi tubuh Anda, bijaksanalah dalam memilih perlu tidaknya mengkonsumsi suplemen makanan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: fimadani.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-6537171599563272389?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/6537171599563272389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/12/suplemen-makanan-kebutuhan-atau-gaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/6537171599563272389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/6537171599563272389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/12/suplemen-makanan-kebutuhan-atau-gaya.html' title='Suplemen Makanan: Kebutuhan atau Gaya Hidup?'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-g9DJeECQXps/TuYI4ikdzVI/AAAAAAAAAF0/cIbcXPhTK3o/s72-c/suplemen.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-2272608648147947634</id><published>2011-12-12T00:32:00.000-08:00</published><updated>2011-12-12T00:32:04.910-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Journey of Life'/><title type='text'>Jawaban Allah Pasti Lebih Indah...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;i&gt;Daerah itu yang menjadi tempat tujuan di awal tahun 2009. Namun Allah lebih megerti dan mengetahui apa yang dibutuhkan hamba-hambaNya..&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sedikit menengok kondisi sejarah bangsa ini, terutama pada masa rezim Soeharto. Ada suatu tempat di daerah Kramat 5 Jakarta yang biasa disebut sebagai tempat paling menakutkan semasa pemerintahan Soeharto. Banyak para aktivis masa itu yang menjadi korban disini, merasakan sadisnya tempat ini, mulai dari  yang dituduh terlibat G30S hingga  para aktivis 1998. Ya, tempat itu bernama Kremlin. Yang sesungguhnya Kremlin berada di Rusia, tapi disini Kremlin akronim dari Kramat Lima. Tepatnya berada di   tiga  rumah di Jalan Kramat V Nomor 14, 16, dan 18 daerah Kramat V, Salemba Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sudah beberapa kali-bahkan lumayan sering-saya ke daerah Kramat. Bukan apa-apa, sebenarnya karena bapak sempat tinggal disana dan sekarang tempatnya dibuat untuk kontrak. Memang, kalau dilihat tempat ini cukup dingin. Tapi bukan itu yang menjadi lirikan utama saya saat ke Kramat. Disini seperti ada satu komunitas yang mendominasi. Ya, kawasan ini didominasi oleh orang Manado yang sebagian besar beragama Kristen. Tapi mereka cukup toleran. Ada satu yang mebuat saya kaget sewaktu coba-coba menelusuri daerah ini. Ada plang cukup besar dekat toilet yang bertuliskan 'Partai Kristen.....'. Sebenarnya agak penasaran juga bagaimana sejarahnya hingga mereka yang berada disini. Apa ada hubungannya dengan sejarah Kremlin? Wallahu'alam&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Walaupun daerah ini bisa disebut agak misterius, ada satu yang menjadi magnet kuat disana. Apalagi kalau bukan daerah Salemba dengan FK UI-nya. Selain itu, berdekatan juga dengan RSCM yang berdesain kuno ala zaman Belanda. Sejauh ini saya belum menemukan 'kantor cabang' disana. Kira-kira bagaimana proses tarbiyah disana? Di daerah Kramat pun ada masjid yang insya Allah dikelola bapak dengan teman-temannya, tapi kalau dilihat memang agak sepi kecualiuntuk pengunjung yang datang atau saat-saat tertentu, bulan Ramadhan misalnya. Saya yakin, di tengah kampus favorit yang insya Allah selalu banyak intelektual muslim dengan kecenderungan besar untuk terus menggali nilai-nilai Islam, pasti akan ada lingkungan yang ter&lt;i&gt;shibgoh&lt;/i&gt;. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Bagi anak SMA yang akan mengakhiri masa putih-abunya, pasti banyak impian mengenai kampus barunya nanti. Awalnya tujuan saya ke daerah Salemba untuk melanjutkan cita-cita menjadi dokter gigi. Selain itu juga ingin lebih dekat dan banyak melakukan interaksi dengan warga Kramat yang saya pikir saat itu akan menjadi objek dakwah. Namun ternyata.. Allah mengabulkan keinginan saya dengan jawaban yang lebih indah...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Pertengahan tahun 2009 saya diterima dan masuk IPB melalui jalur PMDK alias belum berhasil masuk UI. Menurut saya ini kegagalan yang patut disyukuri. Belajar untuk jadi ahli gizi aja susah, apalagi kalau nanti jadi dokter gigi. Dengan ini juga menjadi lebih memahami hakikat amal jama'i. Mungkin memang belum cukup kapasitas saya sehingga Allah belum mengizinkan saya untuk tinggal di tempat yang terbilang cukup rawan. Belum kuat untuk berdakwah sendiri saja,, Allah yang menyatukan hati-hati kami sehingga lebih kuat untuk menghadapi tantangan dakwah. Bertemu dengan saudari seiman untuk selalu mengingatkan...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Ya, Allah yang menjawab semua keinginan hambaNya dengan jawaban yang lebih indah...&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;(dari Kremlin sampai Tarbiyah)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;-17 Muharram 1433 H- &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-2272608648147947634?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/2272608648147947634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/12/jawaban-allah-pasti-lebih-indah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/2272608648147947634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/2272608648147947634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/12/jawaban-allah-pasti-lebih-indah.html' title='Jawaban Allah Pasti Lebih Indah...'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-1170778515057490378</id><published>2011-12-02T07:47:00.000-08:00</published><updated>2011-12-02T08:05:54.587-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gizi Kesehatan dan Islam'/><title type='text'>Education Role of Nutrition in Building Community Awareness of Nutrition</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 140%; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span&gt;In the health sector, many of which become associated line element in improving public health advocates. From the fields of &lt;span style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(246, 178, 107) none repeat scroll 0% 0%;"&gt;medicine&lt;/span&gt;, &lt;span style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(246, 178, 107) none repeat scroll 0% 0%;"&gt;nursing&lt;/span&gt;, &lt;span style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(246, 178, 107) none repeat scroll 0% 0%;"&gt;pharmacy&lt;/span&gt;&lt;span style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: white none repeat scroll 0% 0%;"&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(246, 178, 107) none repeat scroll 0% 0%;"&gt;public health&lt;/span&gt;, through &lt;span style="-moz-background-clip: border; -moz-background-inline-policy: continuous; -moz-background-origin: padding; background: rgb(246, 178, 107) none repeat scroll 0% 0%;"&gt;nutrition&lt;/span&gt;. If we look at the coverage and effectiveness in maintaining and improving health, especially in a world of individuals, not an exaggeration if we say that the field of nutrition has an important role in it. This is due to immunization and nutrition preventive health care, as well as having the most effective value for the consumption of food done routinely every day. But the unfortunate thing is there are still many people who do not understand the urgency of the consumption of nutritious foods and healthy lifestyles. And if executed properly, the consumption of foods including prevention of diseases with a relatively low cost.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Understanding of the public about nutrition and health must be improved. Therefore, the necessity of nutrition education which aims to raise awareness of nutrition in the community. In addition, nutrition education is also working in individual food consumption behaviour change, as well as help individu, families and communities, in order to act positively with respect to food and nutrition. It also part of the nutrition education through the implementation of the new concepts of information on nutrition. In fact, there are many benefits from the existence of this education in nutrition, which ultimately lead to better public health. The values of a healthy lifestyle will also have to be internalized, so each individual becomes an independent person in terms of health knowledge.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 140%; margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 58.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 140%; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span&gt;Health education in the community can be obtained through two ways, namely through a process of experience and the latter through a process of non-formal. According to Wood, through the experience of health education with more emphasis on a series of experiences that support the habits, attitudes and knowledge relating to the health of individuals, communities and community groups. Meanwhile, according to L. Green, health education through the educational process is a term applied to the use of the educational process in a planned way to achieve health goals and that includes some combination of learning opportunities.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 140%; margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 58.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 140%; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span&gt;Health education, either through experience and through non-formal educational process, the focus is to change the behavior of a person or a society that promotes the transition towards the rules and norms of a healthy lifestyle. Changes include the knowledge, skills and abilities. So the rules or regulations adopted to health can be applied in everyday life.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 140%; margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 58.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 140%; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span&gt;Basically the ultimate goal of nutrition education is a conscious nutrition. If we make the age classification in society, it would seem that each age group has a different physiological state to another. It also discusses the issue of nutrition in the life cycle. For example, the consumption needs of infants and adults will have a significant difference. Here we can see from the body structure and growth. Needs of pregnant women and parents are different. Here we understand that the information we provide to the community needs to be adjusted with the stage of age.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 140%; margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 58.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 140%; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span&gt;There are several things to consider in providing nutrition education to the community. First, we must be able to communicate well. This becomes an important point that ultimately the public can receive information we provide. Methods and language used in communication is also worth noting, we adjust the level of education, most people in the area. Then the informant need to master the knowledge of good nutrition.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 140%; margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 58.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 140%; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span&gt;Many facilities that can be used as the socialization of knowledge of nutrition. Submission of information is not always in the form of counseling or workshops. This age adjusted to the object level. Form means that can be used may include games, watch movies, even with playing with dolls. We hope this will be a stimulus for people to be more active in accessing information related to nutrition knowledge. The purpose of this information package is to increase public understanding about the science of nutrition with a variety of media used.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 140%; margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 58.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 140%; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span&gt;In general, the most basic nutritional information provided is PHBs (Principle Clean and Healthy), PUGS (General Guidelines for Balanced Nutrition), and the BBB (Diverse, Nutritious, Balanced). We recommend that nutrition information is given starting from the simple things are easy to understand and apply. Stages of doing this is so that people can understand the urgency of an overall healthy lifestyle. Actually, the change in public attitudes towards a healthy lifestyle will have a positive impact on the factors of good environmental status (physical, social, cultural, economic and others). Indirectly, improved nutrition and health will make environmental changes for the better.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 140%; margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 58.5pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 140%; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span&gt;Change in behavior due to the knowledge, skills and abilities of medical rules derived from the process of counseling and health education. This clearly shows the results of the path of healthy lifestyle habit to live in society, and someone will help him to be able to stay alone in carrying out daily activities. Development and utilization of health services in the development of science and technology.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;-For Essay CLC-  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-1170778515057490378?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/1170778515057490378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/12/education-role-of-nutrition-in-building.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/1170778515057490378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/1170778515057490378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/12/education-role-of-nutrition-in-building.html' title='Education Role of Nutrition in Building Community Awareness of Nutrition'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-5616323334612174403</id><published>2011-11-13T02:46:00.000-08:00</published><updated>2011-11-13T02:46:16.869-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Filter Hati Seorang Muslim</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-i3wSFj_mNpM/Tr-fxlmbbFI/AAAAAAAAAFs/o15DOhzEu6E/s1600/filter+hati.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-i3wSFj_mNpM/Tr-fxlmbbFI/AAAAAAAAAFs/o15DOhzEu6E/s320/filter+hati.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;“Kita hidup di kepadatan interaksi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tapi sulit untuk belajar memahami”&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Oleh: Nurachman&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Ya dalam dunia ini kita tak lepas dari yang namanya interaksi atau lebih tepatnya komunikasi, karena pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan manusia lain untuk bertahan hidup. Dengan komunikasi manusia bisa tahu apa yang diinginkan orang lain dan apa yang diinginkannya.Tapi tahu, tidak sama dengan memahami, karena perkara memahami berkaitan dengan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memahami dibutuhkan dalam berinteraksi, karena dalam berinteraksi pun tidak cukup dengan logika tapi juga dengan hati karena kita tidak tahu latar seseorang yang berinteraksi dengan kita. Bisa jadi selama masih hidup kita menganggap bahwa kata-kata yang kita keluarkan saat berinteraksi dengan orang lain adalah wajar dan biasa tapi bisa jadi di akhirat nanti. Ada satu orang bahkan beberapa orang yang tersinggung dengan kata-kata kita walau kita menganggapnya itu biasa dan akhirnya mereka menuntut kita di akhirat nanti. Alhasil, terganjallah langkah kita ke Syurga-Nya.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya Allah mengetahui yang tersembunyi di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati” &lt;/em&gt;(Fathir:38)&lt;/blockquote&gt;Ya hati manusia siapa yang bisa tahu kecuali Allah dan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kita tahu sebuah kisah yang sarat dengan makna, di mana sang ayah yang bijak memberikan nasihat atau perintah kepada anaknya jika ia berbuat&amp;nbsp; satu keburukan maka tancapkanlah satu paku ke pagar kayu di depan rumahnya. Ketika perintah sang ayah dituruti anak tersebut saat ia melakukan satiap keburukan maka ditancapkanlah satu paku ke pagar kayu tersebut. Lalu ketika pagar kayu tersebut penuh dengan paku yang tertancap hingga tak ada ruang lagi untuk disematkan paku sang anak pun melapor kepada ayahnya hingga sang ayah memberi perintah lagi kepada anaknya, jika ia melakukan satu kebaikan maka tariklah paku yang telah ia tancapkan tadi ke pagar kayu tersebut dan sang anak pun melakukan perintah sang ayah sampai semua paku terangkat dari pagar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah tersebut menggambarkan bahwa jika kita melakukan suatu keburukan yang kepada seseorang maka keburukan itu akan tertancap atau membekas ke hati orang tersebut seperti halnya paku yang menancap ke pagar kayu dan ketika kita meminta maaf maka secara otomatis keburukan itu akan sedikit lenyap seperti paku yang di ambil dari pagar kayu tadi tetapi akan menimbulkan bekas sebuah lubang. Jangan sampai sebuah lubang yang kita buat kepada orang lain mengganjal langkah kita ke syurga nanti , mari kita sering-sering untuk melakukan muhasabah yang notabene merupakan filter hatinya setiap muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu kita tahu apa yang pernah diucapkan Khalifah Umar bin Khattab,”Hisablah dirimu sebelum dihisab oleh Allah”.&amp;nbsp; Sebuah kalimat perintah yang sangat mendalam bagi kita seorang muslim jika jarang untuk menghisab diri tetapi lebih sering menghisab orang lain dengan kritikan atau membongkar aib seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkacalah lagi pada diri apakah perkataan-perkataan yang terlontar dari lisan kita sudah mencerminkan perkataan-perkataan seorang muslim? Atau mungkin paradigma kita dalam memahami orang lain masih jauh dari pemahaman yang sesungguhnya?&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;“Hikmah adalah milik muslim yang hilang, di mana saja dia menemukannya, dia berhak mengambilnya“&lt;/em&gt; (HR.Tirmidzi, 2611)&lt;/blockquote&gt;Allah telah memberikan kita 24 jam waktu. Siang hari kita berjuang manghadapi berbagai macam ujian hidup dan juga saling berinteraksi dengan sesama manusia lain, entah dikenal maupun tidak dikenal, dan pada malam hari gunakanlah waktu untuk mencari sebanyak-banyaknya hikmah selama kita beraktivitas seharian. Evaluasi setiap kegiatan kita , setiap perbuatan kita, atau setiap kata yang keluar dari lisan kita, yang baik dan mungkin ada yang buruk. Jadikan itu semua sebagai hikmah yang membuat diri kita lebih baik lagi di masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;“Barang siapa yang keadaan amalnya hari ini lebih jelek dari hari kemarin, maka ia terlaknat. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia termasuk orang yang merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung.” &lt;/em&gt;(HR. Bukhari).&lt;/blockquote&gt;Dan Rasulullah pun telah mengingatkan kita agar kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi setiap harinya karena termasuk orang beruntunglah kita jika bisa bertambah baik setiap saat, bukan golongan orang yang terlaknat dan merugi yang kita inginkan. Memang lebih baik dari hari kemarin mungkin terkesan kata-kata biasa yang sering kita dengar tapi alangkah beruntungnya kita jika kita bisa mengimplementasikan kalimat tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada manusia yang bisa sempurna tapi bukan mustahil kita bisa lebih baik dari kemarin atau masa lalu kita. Kita bisa menjadi seorang muslim yang ideal.Seorang muslim yang lemah lembut terhadap saudaranya dan bersikap keras terhadap kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-17 Dzulhijjah 1432 H, menjelang Magrib sepulang dari Cisarua, Bogor-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-5616323334612174403?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/5616323334612174403/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/11/filter-hati-seorang-muslim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/5616323334612174403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/5616323334612174403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/11/filter-hati-seorang-muslim.html' title='Filter Hati Seorang Muslim'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-i3wSFj_mNpM/Tr-fxlmbbFI/AAAAAAAAAFs/o15DOhzEu6E/s72-c/filter+hati.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-6553429240274678121</id><published>2011-11-04T07:43:00.000-07:00</published><updated>2011-11-04T07:43:21.705-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='muslimah'/><title type='text'>Isu Gender dan Fenomena Kereta Khusus Wanita</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-fBwln2lefAY/TrP51_axNAI/AAAAAAAAAFc/-w2wC9pUpOE/s1600/krl-khusus-wanita-250x205.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-fBwln2lefAY/TrP51_axNAI/AAAAAAAAAFc/-w2wC9pUpOE/s1600/krl-khusus-wanita-250x205.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Berkendara dengan jenis transportasi kereta memang banyak diminati sebagian besar masyarakat kita. Selain perjalanan relatif cepat, tarif pun terjangkau serta tersedia untuk beberapa kelas tertentu. Namun segala sesuatu memang ada sisi positif dan negatifnya. Di samping kepraktisan dalam penggunaan jasanya, ternyata kereta juga memiliki kelemahan dari sisi keamanan, baik secara materiil maupun moril, terutama bagi kaum hawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi tren dalam penggunaan KRL saat ini adalah adanya gerbong kereta khusus wanita di daerah Jabodetabek. Gerbong ini terletak pada dua posisi ujung, yakni di gerbong 1 dan 8. Mungkin saja penempatan gerbong ini ditujukan agar menjadi ciri khas gerbong pada kereta, sehingga mempermudah pengguna untuk menaikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara tidak langsung, diadakannya gerbong kereta khusus wanita berawal dari isu gender yang berada dalam pembangunan. Di sini gender berbeda dari seks atau jenis kelamin laki-laki dan perempuan yang bersifat biologis. Yang termasuk isu gender antara lain stereotipe terhadap perempuan, beban kerja, marjinalisasi, subordinasi, dan kekerasan (violence). Kekerasan di sini tidak hanya dilakukan melalui serangan fisik, tetapi juga terhadap integritas mental psikologis seseorang sehingga dapat berdampak pada trauma. Dan salah satu dari sekian yang tergolong ke dalam bentuk kekerasan gender menurut Ratna Saptari, adalah pelecehan seksual, baik yang tergambar secara tindakan maupun hanya komentar (ucapan verbal). Hal inilah yang menjadi awal permasalahan dari dibentuknya gerbong khusus wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dibandingkan dengan gerbong atau jenis kereta lain, gerbong khusus wanita memang tergolong aman dan nyaman. Sayangnya, gerbong khusus ini hanya ada pada jenis KRL commuter line yang tarifnya pun lebih tinggi dari yang lain. Sebagai perempuan, terutama perempuan muslim, memang sebaiknya jika dalam perjalanan memilih posisi yang aman dibanding harus berdesakan dan bercampur baur dengan yang lain. Ini berlaku di jenis transportasi apapun. Dan menggunakan jasa kereta dengan gerbong khusus ini bisa disebut pilihan yang cukup tepat. Namun yang menjadi pertanyaan, bagaimana jika tidak semua orang yang mampu menggunakan jasa ini tetap menghendaki keamanan dan kenyamanan untuk dirinya? Apakah perlu dibuat sistem gerbong khusus ini untuk semua jenis kereta, walaupun pengawasannya kurang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum sistem ini futuh, sebaiknya memang penjagaan atas keamanan pribadi ditanggungjawabkan kepada diri kita sendiri, itu menurut pendapat saya. Kita tidak perlu menunggu sampai seluruh kendaraan umum menyediakan tempat tertentu untuk perempuan agar keamanan lebih terjamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun sempat melakukan pengamatan dan perbandingan saat menaiki KRL commuter line khusus wanita dan KRL ekonomi. Dari segi kenyamanan, saya akui memang jauh berbeda. Tapi keamanan? Seperti di bahas di awal, penjagaan lebih kepada diri kita pribadi. Sebelum kereta diberangkatkan, biasanya banyak pedagang berseliweran di gerbong ini, dan tak jarang komentar atau ucapan lain berkonotasi miring ditujukan pada pengguna jasa yang notabene ‘menarik’. Sedangkan kondisinya di KRL ekonomi memang cukup padat dan faktor keamanannya kurang, tetapi bukan tidak mungkin jika ada penjagaan lebih kepada diri kita sendiri di samping mencari posisi nyaman dalam kereta, kita pun dapat mencegah segala kemungkinan negatif yang ada. Penjagaan itu bisa berupa pakaian yang dikenakan ataupun perilaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, sebenarnya itu semua adalah pilihan. Memang akan lebih baik jika selain memilih kereta khusus wanita, penjagaan diri pribadi juga tetap ada. Semoga Allah selalu melimpahkan hikmah dan berkah di setiap perjalanan hamba-hambaNya. Amin.&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border: medium none; color: black; overflow: hidden; text-align: left; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-6553429240274678121?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/6553429240274678121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/11/isu-gender-dan-fenomena-kereta-khusus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/6553429240274678121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/6553429240274678121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/11/isu-gender-dan-fenomena-kereta-khusus.html' title='Isu Gender dan Fenomena Kereta Khusus Wanita'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-fBwln2lefAY/TrP51_axNAI/AAAAAAAAAFc/-w2wC9pUpOE/s72-c/krl-khusus-wanita-250x205.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-5589800363750150155</id><published>2011-10-31T02:29:00.000-07:00</published><updated>2011-11-17T05:12:44.743-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='muslimah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Tragedi Kartini: Perjalanan Spiritual Sang Putri Meretas Jalan Menuju Terang</title><content type='html'>&lt;i&gt;“Moga-moga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat umat agama lain memandang agama Islam patut di sukai.” &lt;/i&gt;(Surat Kartini kepada Ny. Van Kol, 21 Juni 1902)Tinta sejarah belum lagi kering menulis namanya. Namun wanita-wanita negerinya sudah terbata-bata membaca cita-citanya. Kian hari Emansipasi kian mirip saja dengan “liberalisasi” dan “feminisasi”. Sementara Kartini sendiri sesungguhnya semakin meninggalkan semuanya dan kembali kepada fitrahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan salahkan Kartini kalau dia tidak sepenuhnya dapat lepas dari kungkungan adatnya. Dan jangan salahkan Kartini kalau dia tidak dapat lepas dari pendidikan Baratnya. Kartini bukan “anak keadaan”, terbukti dia sudah berusaha untuk mendobraknya. Yang harus kita persalahkan adalah mereka yang menyalah artikan kemauan Kartini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="more-1293"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kartini tidak dapat diartikan lain, kecuali sesuai dengan apa yang tersirat dalam kumpulan suratnya. Seperti yang ada dalam Door Duisternis tot Licth. Yang terlanjur di artikan menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang oleh Armin Pane. Prof. Dr. Haryati Soebadio, mantan Menteri Sosial RI, yang notabene cucu tiri R.A. Kartini mengartikan buku itu menjadi &lt;b&gt;Dari Gelap Menuju Cahaya &lt;/b&gt;atau &lt;b&gt;bahasa Qur’an nya Minazh-Zhulumaati Ilan-Nuur (QS Nur :31) adalah inti dari Panggilan Islam&lt;/b&gt;. &lt;b&gt;Yang maksudnya membawa manusia dari kegelapan (kejahiliyahan atau kebodohan) ke tempat yang terang benderang (kebenaran Al Haq).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;“Allah Pemimpin orang-orang yang beriman, Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya. “ (Q.S. Al-Baqarah, 2 : 257)&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan Kartini adalah perjalanan panjang. Dia belum sampai pada tujuannya.&lt;/b&gt; Kartini berada dalam proses dari kegelapan menuju cahaya. Tapi, cahaya itu belum purna menyinari secara terang benderang. Karena cahaya itu masih terhalang oleh atmosfir tradisi dan usaha westernisasi. Kartini kembali pada Pencipta, Pemilik, Pemelihara dan Penguasanya sebelum ia menyelesaikan usahanya untuk mempelajari Al-Qur’an dan mengamalkan sebagaimana yang di cita-citakan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Kartini yang di kungkung oleh adat dan dituntun oleh Barat, telah mencoba meretas jalan menuju terang. Tapi, anehnya tak seorang pun meneruskan perjuangannya.Wanita-wanita kini mengurai kembali benang yang telah di pintal oleh Kartini. Sungguh pun mereka merayakan hari lahirnya, namun mereka mengecilkan arti perjuangannya. Gagasan-gagasan Kartini yang di rumuskan dalam kamar yang sepi mereka peringati di atas panggung yang ramai. Kecaman Kartini yang pedas terhadap Barat, mereka artikan sebagai isyarat untuk mengikuti wanita-wanita Barat habis-habisan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Wanita kini telah maju ke belakang! Kita belajar dari sejarah, bahwa manusia itu unik. Keunikan manusia adalah dia belajar sejarah tapi tidak belajar dari sejarah. Tragedi yang menimpa Kartini bukanlah tragedi yang menimpa seorang manusia pada hari kemarin, tapi tragedi yang menimpa kita semua, umat Islam sepanjang abad. Kartini merupakan salah satu contoh figur sejarah yang kalah menghadapi pertarungan ideologi (al ghazwul fikri). Islam di satu sisi dan Yahudi serta Nasrani di sisi yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan kecam Kartini. Karena walau bagaimanapun dia sudah berusaha mendobrak adat dan mengelak dari Barat, untuk mengubah keadaan. Manusia itu berusaha, Allah lah yang menentukan. (Surat Kartini kepada Ny. Ovink Soer, Oktober 1900). Demikian kata-kata Kartini yang mencerminkan sikap tawakal. Memang, kita (manusia) sebaiknya berorientasi pada usaha, bukan berorientasi pada hasil. Ini perlu agar kita tidak kehilangan cakrawala sehingga tidak akan mengukur keberhasilan suatu perjuangan dengan batasan umur kita. Dan agar kita tidak mudah mengecam kesalahan yang di buat oleh orang-orang sebelum kita. Bukan mustahil jika kita dihadapkan pada kondisi yang sama, kita juga akan berbuat hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di nukil dari buku “Tragedi Kartini “, Syaamil, 2007&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-5589800363750150155?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/5589800363750150155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/10/tragedi-kartini-perjalanan-spiritual.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/5589800363750150155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/5589800363750150155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/10/tragedi-kartini-perjalanan-spiritual.html' title='Tragedi Kartini: Perjalanan Spiritual Sang Putri Meretas Jalan Menuju Terang'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-2803897085894446483</id><published>2011-10-25T03:47:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T03:47:47.029-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Journey of Life'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Dear Diary..</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-9Iw5cYNKEGE/TqaTkeiYBkI/AAAAAAAAAFU/2y5WtGKD-l8/s1600/diary.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-9Iw5cYNKEGE/TqaTkeiYBkI/AAAAAAAAAFU/2y5WtGKD-l8/s200/diary.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Bismillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"&lt;/i&gt;&lt;i&gt;Dear diary.."&lt;/i&gt;, ini kata-kata klasik yang biasa digunakan sebagian orang di awal curhatannya pada buku harian. Saya pun jadi kembali mengingat saat-saat masih rutin menulis buku harian ini. Menulis memang jadi hobi saya sejak kecil, entah apa itu yang ditulis. Cerita, cerpen, artikel, pidato (untuk pelajaran sekolah), ya.. walaupun tulisannya masih ngawur. Tapi ada satu tulisan yang sama sekali tidak pernah saya buat: PUISI. Alasannya? Sepertinya saya memang bukan orang yang puitis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hobi menulis buku harian dimulai dari SD, namun baru rutin dilakukan sejak SMP kelas 1. Ya.. kira-kira umur 12 tahun. Kalau sedang beres-beres lemari kamar, kadang agak menggelikan menemukan 'harta karun' itu. Disebut 'harta karun', karena saya takut kalau buku harian dibaca orang lain. Padahal toh tidak terlalu privat, tapi isinya rata-rata kekonyolan zaman sekolah dulu. Ibarat membaca novel, ketika buku harian dibaca lagi perasaan saya pun ikut terbawa arus. Antara ketawa, senang, sedih.. tapi yang paling dominan adalah perasaan malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau orang-orang biasa menggunakan pembuka &lt;i&gt;"Dear Diary..." &lt;/i&gt;untuk memulai menulis, saya biasa menggunakan kata pembuka&lt;i&gt; "Assalamu'alaikum.." &lt;/i&gt;dan&lt;i&gt; "Wassalamu'alaikum"&lt;/i&gt; sebagai penutup. Berharap semoga apapun yang saya tulis-walau berisi kekonyolan-tetap mengundang berkah dan hikmah ketika dibaca kembali. Sekarang hobi itu sudah tidak dilakukan lagi.&amp;nbsp; Terakhir kali saat kelas 3 SMA sebelum memasuki dunia kampus. Jika dihitung, buku yang saya jadikan buku harian jumlahnya sekitar 7-8.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya juga, saya menulis di malam hari sebelum tidur, ketika seluruh aktivitas telah dilakukan. Bahasa langitnya mungkin 'muhasabah sebelum tidur', tapi dalam versi yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kejadian yang telah lalu dapat membawa hikmah..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-2803897085894446483?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/2803897085894446483/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/10/dear-diary.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/2803897085894446483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/2803897085894446483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/10/dear-diary.html' title='Dear Diary..'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-9Iw5cYNKEGE/TqaTkeiYBkI/AAAAAAAAAFU/2y5WtGKD-l8/s72-c/diary.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-4301850744827937526</id><published>2011-10-20T05:41:00.000-07:00</published><updated>2011-10-20T07:54:39.274-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Di Tepi Batas Ketangguhan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-TNWySWVgydg/TqAWt30KJbI/AAAAAAAAAFM/5WfEa2ZCbIk/s1600/tepi+batas.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://4.bp.blogspot.com/-TNWySWVgydg/TqAWt30KJbI/AAAAAAAAAFM/5WfEa2ZCbIk/s320/tepi+batas.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;By: Ismeidas Makfiansah&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Di Tepi Batas Ketangguhan...&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heidy merapikan kerudungnya, hatinya berdebar menahan rasa untuk bertemu dan berduaan dengan seorang ikhwan yang ia sayangi, walaupun sang ikhwan bukanlah muhrimnya, bahkan ia adalah suami orang lain. Ia selalu rindu untuk mendengar suara dan nasihat sang ikhwan yang terasa selalu menghangatkan jiwanya, menutup kosong relung hati yang belum terisi, dan untuk itu Heidy berani untuk membohongi hati dan ruhiyahnya yang bening. Ia tau adalah berdosa berduaan dengan non muhrim, tapi nafsunya berkata lain. Atas dasar cinta, kembali ia nodai statusnya selaku murobbiyah bagi banyak akhwat lain... bahkan ia karang dalil-dalil baru pembenaran dari tingkahnya, hingga tanpa sadar ia berhasil merusak cara berfikir tunas-tunas muda untuk mengikuti jalannya...&lt;b&gt;&amp;nbsp; Heidy... ia kini tak menyadari bahwa ia kini telah jatuh dan menyerah tak sanggup bertahan di tepi batas ketangguhannya&lt;/b&gt;... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aditya mebuka account FBnya sambil sumringah. Sebagai seorang aktivis dakwah yang superaktif, tentu banyak para ikhwan dan tentu para akhwat yang mengaguminya, belum lagi dengan kemampuan orasinya yang menggetarkan jiwa. Dan benar dugaanya, account facebooknya penuh dengan comment, pesan dinding dan hadiah... Aditya. Sebongkah kebanggaan membuncah di relung dadanya yang berbunga-bunga. Yes i am eksist!!! Aditya semakin merasa di awang-awang membaca inbox dari akhwat-akhwat favoritnya. Hmmmm Aditya sadar ia kini terperosok dalam jurang ujub dan riya, cinta popularitas serata penyakit tebar pesona. Tapi racun itu kini terlalu kuat dihatinya. Tangan pelan menggeser mouse PC-nya... hmm mana orangnya yaa, Aditya mengklik... ia menulis pesan singkat... "Ustadz, tolong ana ustadz, ana ingin ketemu, ana sakit..." matanya berkaca-kaca, ia tau ini harus berakhir, dan semoga ustad tercintanya bisa membantunya, tangannya menggerakkan mousenya lagi, kali ini perintah shutdown yang ia pilih. Bismillah, ajarkan aku keikhlasan ya Allah...&lt;b&gt;&amp;nbsp; Aditya kini bergelombang samudra jiwanya, karena ada pertarungan hebat disana , disamudra hatinya... pertarungan di tepi batas ketangguhannya... &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ryan tersenyum, sebentar lg TV barunya yg 50 inc akan segera tiba, hatinya berbunga. Tentu tv itu akan membuat anak-anaknya bangga dan girang. Ryan terlupa bahwa tv itu akan membuat anak-anaknya makin tenggelam dengan playstation dan serial narutonya. Ryan seorang ustad yang cukup sukses di usia mudanya. Ia sudah punya rumah bergaya minimalis ber AC, mobil bermerk terkenal. Ia dan teman-temannya memang jago dalam soal bisnis, tapi Ryan lalai akan suatu hal, kesuksesannya kadang membuat ia tidak lagi sensitif pada sunnah Rasul. Beberapa lalu saja ia berkumpul dengan teman-teman dakwahnya di sta*b*ck cafe, tempat ngopi mewah. Kemarin ia mengajak anak-anaknya juga ke bioskop mewah untuk nonton 2012. Kesuksesan melupakan Ryan dengan ucapannya sa'at dulu mengisi sebuah acara pengajian di puncak, bahwa da'i harus bisa meneladani ke-zuhud-an Rosul. "Zuhud kan bukan berarti mengharamkan yang halal, lagi pula kan tidak ada salahnya, selama kita mencari harta dengan halal dan kita bayar zakat, yang lain aja mungkin ngiri," dalihnya untuk membenarkan gaya hidupnya yang sudah berubah. Tapi sekali Ryan lupa dulu keras sekali ia ingatkan adik-adik kelasnya utuk mencontoh kezuhudan Umar bin Khatab, Umar bin Abdul Azis, dan pejuang-pejuang hammas di Palestina... Tapi kini ia lupa dengan kata-katanya. AC rumah dan AC mobilnya membuat ia tak mampu lagi untuk menjadi tauladan ummat seperti Abu Dzar Al Ghifari. Dulu ia berkata kita harus kaya untuk dakwah, tapi kini ia sudah kaya toh sumbangsih kekayaannya biasa-biasa saja.&lt;b&gt; Ryan ... Ia kini asyik dalam kesuksesannya... Ia menyerah, tergelincir dari tepi batas ketangguhannya.... &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raka memacu motornya dengan segera, ia harus segera sampai ke Universitas K, karena ia harus mengisi training beberapa saat lagi. Ia memang rutin memberi training di kampus itu, cuma kadang Raka kecewa pada mereka... pada aktivis dakwah disana. Di kampus itu, hatinya kadang kecut tiap kali menerima uang transport dari trainingnya, hanya 3 lembar 50 ribuan. Ya sebetulnya Raka tidak terlalu perduli pada nominalnya, toh di san-lat, pengajian-pengajian anak rohis dan dikomunitas anak jalanan ia rutin mengisi walaupun tanpa bayaran, hanya segelas minuman mineral dan kue yang agak keras untuknya, dan itu selalu berhasil memuaskan semangatnya. Tapi kampus ini beda, ini kampus orang kaya, aktivis dakwahnya pun orang-orang berada, untuk menyewa villa pesantren kilat pun, uang 25juta kecil buat mereka, apalagi cuma buat futsal dua kali seminggu tentu entenglah... Padahal di tempat lain sebagai training yang memang jempolan, Raka biasa menerima sepuluh kali lipat dari honor dikampus itu. Batin Raka bergemuruh ini bukan soal uang, ini soal perasaan, disitu ia merasa tidak dihargai sama sekali. Ia sebetulnya sudah malas untuk mengisi training disana. Buat apa, mending istirahat dirumah... Tapi Raka selalu teringat pesan guru ngajinya, untuk selalu meluruskan niat, meluruskan hati, karena di akhirat hati itu akan ber"nyanyi" tentang apa yg bergemuruh disana selama ini.. Maka seperti saat ini ia harus memacu kuda besinya ke kampus itu, agar hatinya mapu bertahan dibatas ketangguhannya... "Bismillah ya Allah buang dunia dari hatiku..." desisnya... namun Raka terkesiap, sejenak dialog dihatinya tadi membuat ia lalai akan sebuah kopaja dari arah berlawanan yg tiba-tiba menyalip...... &lt;br /&gt;&lt;b&gt;pandangan Raka kosong.... Allah memanggilnya... ditepi batas ketangguhannya.&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan,&lt;br /&gt;Dimana batas ketangguhanmu...? Masih sanggupkah kau bertahan disana...? Diantara pesona dunia yang menyilaukan mata, merajuk sendu merayu jiwa...&lt;br /&gt;Aku menanti mu dibatas ketangguhanku, bertahanlah untuk terus kuat, bertahan tanpa ada lagi rasa ragu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Diantara orang-orang Mu'min itu ada orang-orang yang menepati janji-janji-&lt;br /&gt;nya kepada ALlah; maka di antara mereka ada yang gugur; dan diantara mereka&lt;br /&gt;ada yang menunggu. Dan mereka tidak merubah janjinya sedikitpun."&lt;/b&gt;(QS Al Ahzab 23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan... Ingatkah kita pada sabda Rasulullah pada sang Abu Thalib pamannya...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Wahai paman! Demi Allah! Seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku, agar aku meninggalkan urusan ini, niscaya aku takkan meninggalkannya hingga Allah memenangkannya, atau aku binasa.” &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW menangis meneteskan air mata, kemudian bangkit berdiri. &lt;br /&gt;Ketika berpaling hendak pergi, Abu Thalib memanggil beliau, &lt;br /&gt;“Menghadaplah kepadaku wahai anak saudaraku!”&lt;br /&gt;Maka Rasululllah SAW menghadap kepadanya. &lt;br /&gt;Abu Thalib berkata, &lt;br /&gt;&lt;b&gt;“Pergilah wahai anak saudaraku! Katakan apa yang engkau sukai. Demi Allah! Aku tidak akan menyerahkanmu selamanya.” &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abidunia menyampaikan kisah dari Abdullah Bin Salaam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku pergi ke rumah Utsman ketika dia sedang dikepung dirumahnya dan aku bertemu dengan dia,&lt;br /&gt;lalu Utsman berkata,&lt;br /&gt;"Selamat datang saudaraku, aku bermimpi bertemu Rasulullah SAW di suatu lorong yang sempit dan &lt;br /&gt;Beliau berkata :"Ya Utsman mereka mengepung kamu?" aku menjawab, "Ya" &lt;br /&gt;Nabi bertanya lagi, "Dan mereka membuat kamu haus?" Aku menjawab, "Ya" &lt;br /&gt;Kemudian Nabi memberiku bejana berisi air dan aku minum sampai puas dan aku rasakan dinginnya air pada dada dan pundakku, &lt;br /&gt;lalu Beliau berkata, "Kalau kamu menghendaki, kamu dimenangkan dan kalau kamu menghendaki kamu bisa berbuka puasa di tempat kami." &lt;br /&gt;Ketika itu Utsman dalam keadaan puasa . &lt;br /&gt;Utsman berkata,&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Aku memilih berbuka puasa di tempat Nabi SAW." &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tepat pada sore hari itu Utsman ra dibunuh. Ia pergi tuk berbuka puasa dengan kekasih hatinya, yang lebih ia cintai dari kemenangan dunia...&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;-Semoga menjadi muhasabah bagi kita semua- &lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-4301850744827937526?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/4301850744827937526/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/10/di-tepi-batas-ketangguhan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/4301850744827937526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/4301850744827937526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/10/di-tepi-batas-ketangguhan.html' title='Di Tepi Batas Ketangguhan'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-TNWySWVgydg/TqAWt30KJbI/AAAAAAAAAFM/5WfEa2ZCbIk/s72-c/tepi+batas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-1443988144196872010</id><published>2011-10-18T20:45:00.000-07:00</published><updated>2011-10-20T07:58:33.625-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliner'/><title type='text'>Resep Dorayaki</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-uXJV16vvNZ0/Tp5JJTFEc1I/AAAAAAAAAEs/VP6TE1NKhy4/s1600/dora1.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="120" src="http://1.bp.blogspot.com/-uXJV16vvNZ0/Tp5JJTFEc1I/AAAAAAAAAEs/VP6TE1NKhy4/s200/dora1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Bismillah.. ternyata resepnya cukup simpel &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan:&lt;br /&gt;3 butir telur&lt;br /&gt;125 gr gula pasir&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-F4QI7oKYI74/Tp5Jk8_x4NI/AAAAAAAAAE0/bdsuZTEhR4M/s1600/dora2.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="117" src="http://1.bp.blogspot.com/-F4QI7oKYI74/Tp5Jk8_x4NI/AAAAAAAAAE0/bdsuZTEhR4M/s200/dora2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;140 gr terigu&lt;br /&gt;1/2 sdt &lt;i&gt;baking powder&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara membuat:&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;1. Kocok telur dan gula 5 menit, tambahkan terigu dan &lt;i&gt;baking powder&lt;/i&gt;, kocok dengan spatula&amp;nbsp; &lt;br /&gt;2. Siapkan wajan teflon, panaskan dengan api kecil&lt;br /&gt;3. Tuang adonan 1 sendok sayur, biarkan sampai agak kuning kecoklatan&lt;br /&gt;4. Setelah tidak lengket di wajan teflon, angkat...&lt;br /&gt;5. Ulangi sampai adonan dorayaki habis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapkan isi untuk dorayaki...&lt;br /&gt;Bisa pakai selai kacang merah/strawberry/coklat/keju (sesuai selera)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-1443988144196872010?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/1443988144196872010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/10/resep-dorayaki.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/1443988144196872010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/1443988144196872010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/10/resep-dorayaki.html' title='Resep Dorayaki'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-uXJV16vvNZ0/Tp5JJTFEc1I/AAAAAAAAAEs/VP6TE1NKhy4/s72-c/dora1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-8343472324280366059</id><published>2011-10-07T07:55:00.000-07:00</published><updated>2011-10-19T19:26:21.399-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gizi Kesehatan dan Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='muslimah'/><title type='text'>Peduli Gizi bagi Muslimah, Dimulai Sejak Sekarang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;‘Wanita itu tiang negara&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;, apabila wanita itu baik maka baiklah negara itu dan apabila wanita itu rusak, maka rusaklah negara itu.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-_HqCwaKNyrU/To8SeehMeXI/AAAAAAAAAEY/GRJU16sghXw/s1600/baby.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-_HqCwaKNyrU/To8SeehMeXI/AAAAAAAAAEY/GRJU16sghXw/s1600/baby.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mungkin &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sepenggal kalimat di atas sering kita dengar atau bahkan sudah mengakar dan sebagian orang menjadikannya sebagai prinsip. Ya, itulah istimewanya kaum wanita. Sebelum emansipasi (yang belum kebablasan tentunya) telah digaungkan oleh R.A. Kartini, sebenarnya porsi dan keharusan kaum wanita dalam menuntut ilmu telah ada sejak masa Rasulullah SAW. Tentunya konteks yang ditekankan bukan untuk bersaing terhadap kaum pria. Kaum wanita, sebagai calon ibu, memiliki kewajiban terhadap ilmu karena alam yang secara langsung memberi tugas mulia itu kepada wanita, yakni sebagai pendidik manusia pertama-tama.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Secara &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;alamiah, wanita (pandangan disini muslimah) menginginkan setiap keturunannya menjadi generasi yang unggul. Tentunya dalam pencapaian cita-cita mulia ini muslimah perlu &lt;i&gt;prepare&lt;/i&gt; dalam beberapa hal. Sesuai dengan tawazunitas diri manusia yang terdiri dari jasad, akal, dan &lt;i&gt;ruhiyah&lt;/i&gt;, penanaman nilai keseimbangan ini perlu dilakukan ketika mendidik seorang anak bahkan ketika masih dalam kandungan. Ketika seorang bayi lahir, kecenderungan seorang ibu adalah memberi porsi pada keadaan &lt;i&gt;jasadiyah&lt;/i&gt; sang anak. Jika hal ini umum dilakukan, maka perlu ada strategi dalam pemenuhan kebutuhan ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sesuai &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dengan dua dari delapan poin dalam &lt;i&gt;Millenium Development Goals&lt;/i&gt; (Tujuan Pembangunan Millenium) yang menjadi target pada tahun 2015, yaitu memperbaiki kualitas kesehatan ibu hamil dan mengurangi tingkat kematian anak, muslimah mempunyai peranan esensial dalam penerapannya. Sasaran yang berskala internasional ini tidak akan dideklarasikan jika tidak ada permasalahan yang diangkat ke permukaan. Maka dari itu setiap wanita, khususnya muslimah, perlu memiliki kepahaman dan &lt;i&gt;soft skill&lt;/i&gt; dalam mendidik anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ilmu &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;yang terkait hal di atas tidak hanya didapat dengan menghadiri suatu seminar atau mencari literatur. Dengan berdiskusi juga sebenarnya banyak ilmu yang bisa digali. Bahkan beberapa ayat dalam Al-Qur’an dapat dijadikan pedoman dalam menjalani aktivitas ini. Sebagai contoh, ada satu ayat Al-qur’an yang membahas mengenai urgensi menyapih atau memberikan ASI selama dua tahun. Selain ayat tersebut pastinya masih banyak ayat-ayat lain bertema kesehatan dan anak yang bisa dicari, karena Al-qur’an merupakan sumber pengetahuan yang tak terbatas.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pertumbuhan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dan perkembangan anak perlu mendapat perhatian utama dari orangtua, terutama pola konsumsi di usia dini. Pada saat bayi lahir, hendaknya diberikan kolostrum yang berupa cairan berwarna kekuningan yang berasal sebelum adanya ASI. Kolostrum ini berfungsi sebagai daya tahan dan imunitas bagi sang anak. Terkadang bagi beberapa orang yang belum memahami pentingnya kolostrum, kolostrum ini dibuang begitu saja karena dianggap kotoran. Disinilah pentingnya suatu ilmu dipelajari, yaitu agar paham sesuatu yang penting dan tidak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pola &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;konsumsi anak pada usia selanjutnya dapat disesuaikan sesuai kebutuhan. Namun alangkah lebih baik jika pada enam bulan pertama seorang anak diberi ASI ekslusif, dan selanjutnya hingga umur dua tahun disertai MPASI (makanan pendamping ASI), seperti pisang, bubur bayi, atau biskuit. Maksud dari pemberian MPASI ini pun untuk melatih fungsi alat pencernaan pada bayi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;memenuhi kebutuhan gizi, baik pada anak maupun ibu, menu yang disusun harus beragam. Hal ini dilakukan karena tidak ada satu pun makanan yang mengandung seluruh zat gizi (&lt;i&gt;perfect&lt;/i&gt;), sehingga diperlukan suatu modifikasi agar kebutuhan antar kandungan zat gizi dapat saling melengkapi (komplementer). Keadaan ini secara tidak langsung bersandar pada PUGS (Pedoman Umum Gizi Seimbang) yang digaungkan oleh Kementerian Kesehatan RI beberapa waktu lalu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;faktanya, masih banyak orangtua yang belum memahami akan pentingnya gizi pada anak. Sebenarnya hal ini terjadi karena belum adanya pemahaman atau bahkan minat terhadap pencarian informasi terkait hal ini. Padahal jika mereka ingin mencari, sangat banyak informasi yang bisa didapat. Dalam tindakan persuatif ini seorang muslimah menjadi perlu terjun ke lapangan atau sekedar memberi himbauan kepada personal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;rancangan suatu program baik PUGS sampai MDGs (&lt;i&gt;Millenium Development Goals&lt;/i&gt;), kesemuanya memiliki misi untuk membangun sebuah generasi yang unggul. Namun akan lebih baik jika semua misi tersebut dibalut dalam sebuah kerangka syariat, yang pada akhirnya muslimah memiliki peranan penting di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;sepenggal kalimat yang berbunyi: ‘&lt;i&gt;Wanita itu tiang negara, apabila wanita itu baik maka baiklah negara itu dan apabila wanita itu rusak, maka rusaklah negara itu’ &lt;/i&gt;menjadi suatu parameter keunggulan wanita muslimah dalam mendidik manusia-manusia unggulan. Kelak di kemudian hari semua didikan tersebut akan menjadi pemimpin umat di dunia ini. Wallahu alam bishawab&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-Sebuah&amp;nbsp; tulisan yang dibuat saat Hari Gizi Nasional, 25 Januari 2011-&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-8343472324280366059?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/8343472324280366059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/10/wanita-muslimah-peduli-gizi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/8343472324280366059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/8343472324280366059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/10/wanita-muslimah-peduli-gizi.html' title='Peduli Gizi bagi Muslimah, Dimulai Sejak Sekarang'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-_HqCwaKNyrU/To8SeehMeXI/AAAAAAAAAEY/GRJU16sghXw/s72-c/baby.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-8298336394523760374</id><published>2011-10-05T08:11:00.000-07:00</published><updated>2011-10-05T08:18:24.735-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='renungan'/><title type='text'>Seberapa Bijak Kita?</title><content type='html'>Bismillah...&lt;br /&gt;Betapa Allah sangat penyayang kepada seluruh hambaNya. Begitu banyak kenikmatan yang telah Allah berikan, nikmat iman, Islam, sehat, dan waktu untuk melakukan aktivitas, ibadah &lt;i&gt;ammah &lt;/i&gt;maupun &lt;i&gt;khos. &lt;/i&gt;Ya, mungkin sangat klasik apabila kita berbicara mengenai nikmat waktu yang sering kita khianati keberadaannya, memanfaatkan nikmat Allah yang satu ini dengan sangat tidak bijaksana dan diisi dengan hal-hal yang lebih mendatangkan mudharat daripada manfaat. Ya, ialah sang waktu.&lt;cite style="font-style: normal;"&gt;&lt;/cite&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-vCVRHrxkBIo/ToxypAdPmtI/AAAAAAAAAEU/EijNd8xU6dE/s1600/jam+pasir.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="193" src="http://4.bp.blogspot.com/-vCVRHrxkBIo/ToxypAdPmtI/AAAAAAAAAEU/EijNd8xU6dE/s200/jam+pasir.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Memang benar apabila berada di zona nyaman, maka kondisi itulah yang justru menjerumuskan kita. Sifatnya kasat mata, sehingga begitu melenakan. Demikian juga dengan waktu. Mungkin sudah tidak terhitung miliaran bahkan berapa triliun detik yang sia-sia sejak awal kita lahir di dunia. Astaghfirullahaladzim...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga semakin bijak dalam memanfaatkan waktu&lt;br /&gt;-Harishun 'ala waqtihi-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-8298336394523760374?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/8298336394523760374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/10/seberapa-bijak-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/8298336394523760374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/8298336394523760374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/10/seberapa-bijak-kita.html' title='Seberapa Bijak Kita?'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-vCVRHrxkBIo/ToxypAdPmtI/AAAAAAAAAEU/EijNd8xU6dE/s72-c/jam+pasir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-1866498044270546697</id><published>2011-09-24T10:28:00.000-07:00</published><updated>2011-09-24T10:34:25.393-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='muslimah'/><title type='text'>Islam Menghargai Potensimu, Sister!</title><content type='html'>Bismillah.. terinspirasi menulis ulang dari buku, karena teringat sebuah pembahasan mengenai Gender dan Pembangunan yang cukup panas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: &lt;b&gt;Ganjar Widhiyoga&lt;/b&gt;, dari kumpulan tulisan&lt;b&gt; "Karena Engkau Perempuan"&lt;/b&gt; FLP Yogyakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-tBwbtA6blwM/Tn4S77Bd6wI/AAAAAAAAAEQ/L-xqjxzeKZw/s1600/bunga.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-tBwbtA6blwM/Tn4S77Bd6wI/AAAAAAAAAEQ/L-xqjxzeKZw/s1600/bunga.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Saya mengeryitkan kening ketika mendengar bahwa Islam tidak menghargai potensi perempuan. Saya lupa siapa saja yang mengucapkannya dan pada kesempatan apa, namun stigma ini begitu sering mendengung di telinga saya. Mau tidak mau, timbul juga sebersit pertanyaan dalam pikiran saya, benarkah Islam tidak menghargai potensi perempuan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahu saya, Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia. Kalau begitu, seharusnya Islam menghargai potensi perempuan, bukan? Tapi, kenapa para feminis itu justru mengatakan bahwa nila-nilai Barat yang membebaskan? Kenapa mereka begitu sering menunjuk Islam sebagai tokoh utama pembelengguan perempuan di abad ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Islam tidak mengizinkan perempuan untuk bekerja!" Itu sebuah argumen dasar yang menjadi basis seluruh pola pikir mereka. Karena Islam tidak mengizinkan perempuan untuk bekerja--padahal perempuan bekerja adalah ciri perempuan maju ala dunia modern, maka Islam tidak mendukung perempuan dan tidak modern! Demikian perkembangan argumen mereka. Saya hanya termangu. Benarkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, pada suatu ketika, saya kembali lupa kapan dan dimana, saya mendengar ucapan dari seorang Neno Warisman. Sebuah ucapan yang menjawab pertanyaan besar di benak saya, sekaligus memberikan pencerahan luar biasa. Waktu itu, Neno Warisman berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Islam menghargai potensi perempuan secara utuh. Islam mengakui potensi perempuan untuk beribadah. Islam mengakui potensi perempuan untuk mencinta. Islam mengakui potensi perempuan untuk hamil, melahirkan, dan menyusui. Islam mengakui potensi perempuan akan keindahan. Islam mengakui potensi perempuan untuk bekerja keras dan berusaha. Islam mengakui potensi perempuan untuk maju. Islam mengakui potensi perempuan di sektor mana pun ia beraktivitas, sementara kebudayaan lain hanya mengakui potensi perempuan saat ia mendapatkan uang."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh kata-kata yang luar biasa. Seketika, benak saya berputar dan menghasilkan rangkaian argumen yang siap saya lontarkan kala bertemu dengan rekan-rekan feminis. Benar juga ya, hanya Islam yang memberikan penghargaan kepada seorang muslimah saat ia beribadah. Agama lain? Ada yang menganggap perempuan sebagai &lt;i&gt;lesser being &lt;/i&gt;yang berkonspirasi bersama Iblis untuk menggoda Adam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Islam yang lantang memberikan penghargaan kepada seorang muslimah saat ia menjadi ibu. Imbalan tertingginya pun surga! Hanya Islam yang mengakui pentingnya peran seorang ibu bagi perkembangan putra-putrinya. Karena itu, kita diwajibkan untuk menghormati ibu tiga kali sebelum menghormati ayah. Budaya lain? Tidak ada yang mau peduli dengan ibu rumah tangga--yang menurut sebagian orang--biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Islam yang mengerti bahwa perempuan memang identik dengan keindahan. Karena itulah Islam menjaganya dengan pakaian yang tertutup, sementara orang lain justru memamerkannya sembarangan seakan barang loakan. Dan, &lt;i&gt;subhanallah, &lt;/i&gt;bahkan Islam pun mengakui kehebatan perempuan sebagai seorang &lt;i&gt;entrepreneur&lt;/i&gt;! Buktinya, Bunda Khadijah adalah konglomerat di masanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya.. saya yakin bahwa Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia. Karena itu, Islam pasti menghargai manusia sebagaimana potensi-potensi yang dimilikinya! Justru nilai-nilai Baratlah yang picik. Mereka mengungkung perempuan di dalam satu ranah, pencari uang, sementara menutup potensi perempuan secara otoriter di ranah-ranah lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain kali, jika saya bertemu dengan para feminis atau muslimah yang mulai ragu dengan &lt;i&gt;dien&lt;/i&gt;-nya, saya akan menegaskan, "Islam menghargai potensimu, &lt;i&gt;Sister!!!&lt;/i&gt;"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-1866498044270546697?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/1866498044270546697/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/09/islam-menghargai-potensimu-sister.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/1866498044270546697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/1866498044270546697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/09/islam-menghargai-potensimu-sister.html' title='Islam Menghargai Potensimu, Sister!'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-tBwbtA6blwM/Tn4S77Bd6wI/AAAAAAAAAEQ/L-xqjxzeKZw/s72-c/bunga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-7490061740218506854</id><published>2011-09-17T19:24:00.000-07:00</published><updated>2011-09-17T19:51:03.076-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gizi Kesehatan dan Islam'/><title type='text'>Gizi Olahraga: Antara Konsep Riyadhoh dan Ghazwul Fikri</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-sP_dLw2Vg3I/TnVT-A8sGFI/AAAAAAAAAEM/8gzQshoa544/s1600/riyadhoh-copy.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-sP_dLw2Vg3I/TnVT-A8sGFI/AAAAAAAAAEM/8gzQshoa544/s200/riyadhoh-copy.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Bismillah...&lt;br /&gt;Sedikit membahas salah satu mata kuliah di semester ini yang cukup menarik bagi saya, Gizi Olahraga. Saat mendengar nama ini, mungkin yang terlintas pertama kali di benak kita, mata kuliah ini membahas tentang susunan diet (makanan) untuk kebutuhan orang yang berolahraga atau para atlet. Ternyata... tidak sesimpel itu permasalahannya. Jika berbicara tentang aktivitas fisik, otomatis ini berkaitan dengan segala proses yang ada di dalam tubuh. Dan lagi-lagi.. ini berhubungan dengan metabolisme, biokimia, dll yang cukup menguras otak saya untuk berpikir lebih. Tapi untuk saat ini pembicaraan bukan ke arah sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, kita semua tahu bahwa olahraga (&lt;i&gt;riyadhoh&lt;/i&gt;) merupakan salah satu kebutuhan jasmani (&lt;i&gt;jasadiyah&lt;/i&gt;) yang-seharusnya- rutin dilakukan. Ini juga merupakan salah satu dalam pencapaian muwashofat, yaitu &lt;i&gt;quwwatul jismi &lt;/i&gt;(fisik yang kuat). Bukankah muslim yang kuat lebih dicintai Allah daripada muslim yang lemah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi ingat saat masih tinggal di asrama putri TPB. Salah satu dari sekian yang membuat saya betah tinggal disana karena pada saat itu saya rutin melakukan olahraga. Kalau dari asrama, cukup strategis rute maupun lokasi-lokasi untuk melakukan jogging atau aktivitas &lt;i&gt;riyadhoh &lt;/i&gt;yang lain. Ditambah lagi saat itu ada jadwal rutin olahraga bareng GDA (Gugus Disiplin Asrama-red) tiap pekannya. Sebenarnya ini bukan menjadi alasan ketika pindah ke tempat yang lain. Ya itu tadi, semua berawal dari &lt;i&gt;azzam &lt;/i&gt;yang kuat ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke pembicaraan di awal, aktivitas olahraga&lt;i&gt; &lt;/i&gt;ini yang bisa disebut kebutuhan primer, ternyata cukup mengundang pihak lain untuk melancarkan misinya. Kita bisa jadi tidak sadar, karena ia menyusup dengan sangat halus. Ini terkait dengan &lt;i&gt;ghazwul fikri &lt;/i&gt;(perang pemikiran). Selain &lt;i&gt;fun, film, fashion, &lt;/i&gt;yang perlu menjadi catatan juga adalah &lt;i&gt;food &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;sport&lt;/i&gt;. Menurut pandangan saya sendiri, ini justru menjadi sasaran yang kadang dianggap tidak terlalu berpengaruh. Namun, ternyata sangat BERPENGARUH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu waktu saya mengunjungi toko buku di daerah Depok, dan di kasir melihat buku yang kurang lebih judulnya “Diet menurut Bible”. Ada rasa penasaran untuk sedikit melihat-lihat isi buku itu, apakah kurang lebih sama, atau memang sangat berbeda dari yang sewajarnya. Berhubung buku itu masih disampul plastik dan tidak ada sampel yang dibuka, ya saya tidak jadi baca. Mudah-mudahan bisa dilihat dari sumber lain. Ini hanya untuk bahan perbandingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak juga produk makanan yang berasal dari pihak asing beredar di Indonesia, tapi ternyata itu semua &lt;i&gt;junk food&lt;/i&gt;. Wah kalau sering-sering makan itu.. efek jangka panjangnya bisa bahaya tuh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu mungkin, yang termasuk pembahasan di sini, gaya berpakaian sebagian besar orang saat berolahraga. Jujur, saya agak ‘gerah’ kalau sedang kuliah atau praktikum mata kuliah ini. Kebanyakan slide-slide yang jika ditampilkan dengan gambar,model menggunakan busana olahraga yang minim. Disini kita belum berbicara batasan yang sesuai dengan syariat, tapi cukuplah standar sopan masyarakat Indonesia. Padahal yang jadi model pun orang Indonesia juga. Sebenarnya tidak jadi masalah kan kalau main tenis pakai celana atau rok panjang sekalipun. Malah efek kesehatannya bagus, kulit terlindung dari sinar matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bisa jadi bahan renungan kita.&lt;br /&gt;Wallahu’alam bishawab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-7490061740218506854?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/7490061740218506854/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/09/gizi-olahraga-antara-konsep-riyadhoh.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/7490061740218506854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/7490061740218506854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/09/gizi-olahraga-antara-konsep-riyadhoh.html' title='Gizi Olahraga: Antara Konsep Riyadhoh dan Ghazwul Fikri'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-sP_dLw2Vg3I/TnVT-A8sGFI/AAAAAAAAAEM/8gzQshoa544/s72-c/riyadhoh-copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-512398932173260739</id><published>2011-09-17T06:57:00.000-07:00</published><updated>2011-09-17T19:55:18.356-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Siapakah Anda?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;"Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah. Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu." (QS. Al-Infithar : 6-8)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wahai manusia, siapakah Anda?&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Anda adalah makhluk rabbani, tiupan yang suci, ruh yang termasuk urusan Allah, Dia menciptakannya dengan tangan-Nya, Dia meniupkan ke dalam tubuhmu dari ruh ciptaan-Nya, yang mengutamakanmu atas kebanyakan makhluk-Nya, Dia memerintahkan malaikat untuk sujud kepadamu, yang mengajarimu semua nama, membebanimu amanah yang engkau sanggupi, menganugrahkan nikmat kepadamu baik yang lahir maupun batin, yang menundukkan untukmu semua yang ada di langit dan di bumi, yang memuliakan kamu dengan pemuliaan yang besar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;Dia menciptakanmu dalam bentuk yang terbaik, melengkapimu dengan bekal paling sempurna, menganugrahimu pendengaran, penglihatan dan hati, menjelaskan kepadamu dua jalan dan menunjukimu kepada dua arah (kebaikan dan kejelekan), yang memudahkan jalan bagimu. Engkau dengan izin-Nya dapat menyelam di air, terbang di udara, menemukan arus listrik, zat atom, dan menganugrahkan dengan pikiran dan kemampuanmu untuk mengarungi penjuru langit. Apakah engkau melihat hal yang lebih agung, lebih besar, lebih suci dan lebih mulia ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai kehidupan yang amat pendek ini, Anda adalah makhluk abadi yang tidak hancur. Anda akan dihidupkan dan dibangkitkan. Anda akan memulai kehidupan mulia di negeri kenikmatan yang penuh kesenangan. Apabila Anda memahami rahasia tugas Anda di dunia, lalu Anda mengikhlaskan amal hanya untuk raja yang berhak untuk disembah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan." (QS. Adz-Dzariyaat: 56-57)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian yang Anda takutkan, hanyalah sebuah perpindahan dari kehidupan dunia menuju kehidupan akhirat.&lt;br /&gt;"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui" (QS. Al-Ankabut: 64)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jasad ini hanyalah sebuah sangkar tempat Anda di tahan. Sebuah pakaian yang akan Anda lepas suatu ketika. Lalu Anda berjumpa dengan Hari Pembalasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber: buku Risalah Tarbiyah - Hasan Albanna)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-512398932173260739?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/512398932173260739/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/09/siapakah-anda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/512398932173260739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/512398932173260739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/09/siapakah-anda.html' title='Siapakah Anda?'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-4672750824642577817</id><published>2011-09-07T07:50:00.000-07:00</published><updated>2011-09-17T19:48:50.755-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Journey of Life'/><title type='text'>The First !</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-lpf9PNqTrrM/TmeD_X5RmKI/AAAAAAAAAEI/58kLRgYxU_U/s1600/Tarbiyah.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-lpf9PNqTrrM/TmeD_X5RmKI/AAAAAAAAAEI/58kLRgYxU_U/s1600/Tarbiyah.png" /&gt;&lt;/a&gt;Bismillah..&lt;br /&gt;Hari Rabu ini merupakan hari pertama masuk kuliah setelah liburan Idul Fitri selama kurang lebih 2 minggu-an. Ya, di awal hari kuliah ini, saya memulai aktivitas di kampus dengan.. asistensi PAI pertama dengan angkatan 48. Tiba-tiba saja ingatan saya langsung mengarah ke 3 semester sebelumnya, dimana pada saat itu saya yang berada di posisi praktikan. Masih ingat saat itu, pertemuan saya dengan asisten yang pada akhirnya,, saat ini menjadi partner saya dalam dakwah.. :) (silakan ditebak sendiri, hhe). Saya pun berharap, suatu saat nanti diantara praktikan saya ada yang berpartner.. Amin. Semoga harapan ini tidak terlalu jauh sehingga menimbulkan kekecewaan, justru semakin memotivasi :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya saya pernah berhadapan dengan situasi seperti ini. Namun objek yang dihadapi adalah anak SMA, masih &lt;i&gt;fresh &lt;/i&gt;keluar dari SMP (dikira &lt;i&gt;fresh from the oven,, &lt;/i&gt;^^vpeace). Ya, idealisme mereka belum begitu kuat, masih perlu dibangun. Kondisinya berbeda dengan mahasiswa yang notabene lebih matang dari sisi intelektual. Ya, inilah perbedaan dunia sekolah dan kampus. Perlu ada trik sendiri untuk menghadapi mad'u.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillah.. semoga bisa. Ya, inilah hari pertamaku. Semoga kesan pertama hari ini dapat menjadi perantara yang lebih baik di hari-hari berikutnya... Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Syawal Ceria :)-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-4672750824642577817?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/4672750824642577817/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/09/first.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/4672750824642577817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/4672750824642577817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/09/first.html' title='The First !'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-lpf9PNqTrrM/TmeD_X5RmKI/AAAAAAAAAEI/58kLRgYxU_U/s72-c/Tarbiyah.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-7384058954854499090</id><published>2011-09-01T18:15:00.000-07:00</published><updated>2011-09-17T19:48:50.756-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Journey of Life'/><title type='text'>Memori Rusunawa</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-xH5ExvSUfzE/TmAt04e0ZcI/AAAAAAAAAEE/IXolRfvKtr4/s1600/rusunawa.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/-xH5ExvSUfzE/TmAt04e0ZcI/AAAAAAAAAEE/IXolRfvKtr4/s400/rusunawa.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bismillah...&lt;br /&gt;Hhmm disela-sela mengerjakan tugas &lt;i&gt;translate &lt;/i&gt;jurnal Penilaian Status Gizi (PSG--sepertinya dari dulu kalau posting sambil &lt;i&gt;translate &lt;/i&gt;jurnal, ya karena memanfaatkan fasilitas internet sekaligus :) ) saya jadi teringat kembali masa-masa TPB dulu, terutama saat tinggal di asrama (kalau kuliah udah lupa, malah berusaha dilupakan,, peace ^^v).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, semua berawal dari pengumuman USMI yang membuat saya dan keluarga perasaannya campur aduk. Antara senang, bingung, ibarat &lt;i&gt;gembling. &lt;/i&gt;Apalagi bapak dan kakak saya yang satu almamater itu sedikit 'memprovokasi' supaya ikut tes lagi dengan memilih universitas lain. Tapi dengan &lt;i&gt;istikharah &lt;/i&gt;dan kemantapan hati (plus kegagalan tertunda di SIMAK UI), akhirnya saya memilih utuk melanjutkan perjuangan akademik di kampus IPB. Insya Allah pilihan ini ada hikmahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada akhirnya... 1 Juli 2009 saya mulai memasuki arena baru di kampus ini, dan malam itu juga tinggal di tempat yang sama sekali belum pernah terjamah. Rasanya asing, tapi kok begitu dekat ya. Seperti ada ikatan batin beberapa waktu sebelumnya (afwan kl lebay). Rusunawa, atau yang biasa disebut A4 kini sudah sah jadi tempat tinggal saya selama setahun kedepan. Kamar 505 lorong 5A, lantai teratas dari gedung ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak cerita dan kejadian yang dialami, mulai dari ngalong (ngaji lorong), jaga malam, ngobrol-ngobrol, ngerjain tugas lah, nyuci baju lah, ada yang keserupan lah, baju keujanan lah (ini yang paling nyesek), sampai curhat di pojokan tangga atau bawah rusun. Nah.. yang curhat ini biasanya yang diomongin kalau bukan amanah, ya masalah pribadi (insya Allah bukan yg aneh-aneh). Atau biasanya curhat sama SR sambil ngetok-ngetokin pintu kamarnya, malam-malam lagi (ganggu orang tidur aja ya?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, tapi begitulah kisahnya. Rasanya setahun begitu cepat. Seandainya waktu bisa diputar kembali, inginn... sekali rasanya kembali ke masa-masa itu. Asrama, bagaimana kabarmu saat ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-3 Syawal 1432 H-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-7384058954854499090?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/7384058954854499090/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/09/memori-rusunawa.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/7384058954854499090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/7384058954854499090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/09/memori-rusunawa.html' title='Memori Rusunawa'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-xH5ExvSUfzE/TmAt04e0ZcI/AAAAAAAAAEE/IXolRfvKtr4/s72-c/rusunawa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-1064806472947323764</id><published>2011-08-26T19:31:00.000-07:00</published><updated>2011-09-17T20:16:09.784-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gizi Kesehatan dan Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='muslimah'/><title type='text'>Menyusui, Kewajiban yang Terabaikan Ummahat Karier</title><content type='html'>Bismillah... &lt;br /&gt;Tulisan ini menggugah saya ketika membacanya. Suatu ilmu pengasuhan, &lt;i&gt;parenting&lt;/i&gt;, proses pemberian ASI, gizi dalam daur kehidupan ternyata bukanlah suatu ilmu teoritis yang hanya dapat dipelajari di bangku kuliah, terutama di fakultas saya, Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB. Dari proses pemberian ASI itulah terjadi suatu ikata pertalian batin antara ibu anak, mungkin layaknya doa rabithah. Ya, sangat wajar jika masalah ini perlu mendapat sorotan khusus, terutama di kalangan ikhwah yang notabene paham terhadap urusan mendidik anak menjadi generasi rabbani. Namun tidak menutup kemungkinan, kesibukan dalam rangka mencukupi kebutuhan &lt;i&gt;ma'aliyah&lt;/i&gt; atau aktivitas dakwah lainnya terkadang mengesampingkan masalah ini. Saya merasa tulisan ini dapat menjadi inspirasi bagi para &lt;i&gt;ummahat&lt;/i&gt;,&lt;i&gt; &lt;/i&gt;calon &lt;i&gt;ummahat&lt;/i&gt;, bahkan&lt;i&gt; akhwat &lt;/i&gt;sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Jk9vpWFGkaE/TlhWviqfpTI/AAAAAAAAAEA/1WWShYyi7To/s1600/bayi-menyusui-250x205.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-Jk9vpWFGkaE/TlhWviqfpTI/AAAAAAAAAEA/1WWShYyi7To/s1600/bayi-menyusui-250x205.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Oleh: Dr. Yesi Elsandra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekerja dengan gaji&amp;nbsp;&amp;nbsp;selangit dan berpendidikan tinggi hanyalah pilihan, sedangkan hamil, melahirkan, dan menyusui adalah fitrah perempuan, saya tak ingin mengingkari fitrah itu. Saya bangga melihat ummahat hari ini telah maju dari segi pendidikan dan karier. Saya banyak melihat ummahat kuliah hingga program doktor dan bekerja di berbagai instansi pemerintah maupun instansi publik lainnya. Tapi di satu sisi saya sedih. Kenapa? Di satu sisi memang karier dan pendidikan meningkat tapi di sisi lain ada satu hal yang hilang dari ummahat khususnya dan ibu bekerja pada umumnya. Apa itu? yaitu menyusui bayinya secara eksklusif hingga 6 bulan (tanpa diberi cairan apapun apalagi makanan) sampai 2 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertaqwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”&lt;/em&gt;&amp;nbsp;(Al-Baqarah [2]: 233)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat di atas menjelaskan bahwa pemberian ASI sampai 2 tahun sangat penting untuk kesempurnaan anak kita. Bahkan jika karena alasan medis ibu tidak dapat menyusui anaknya, sang anak boleh disusui orang lain (donor ASI). Allah memerintahkan hal ini karena Allah paling tau kandungan ASI adalah yang terbaik untuk manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada satu pun orang yang mampu menangkal kehebatan ASI.&amp;nbsp;&amp;nbsp;ASI membuat anak sehat dan cerdas. Sistem pencernaan bayi&amp;nbsp;&amp;nbsp;pada saat lahir belum lengkap sehingga hanya bisa mencerna ASI. Berbeda dengan susu sapi, ASI mengandung nutrisi yang mempunyai fungsi spesifik untuk pertumbuhan otak antara lain&amp;nbsp;&lt;em&gt;long chain polyunsaturated fatty acid&amp;nbsp;&lt;/em&gt;(DHA dan AA) untuk pertumbuhan otak dan retina, kolesterol untuk myelinisasi jaringan syaraf, taurin untuk&amp;nbsp;&lt;em&gt;neurontransmitter&amp;nbsp;&lt;/em&gt;inhibitor dan stabilisator membran, laktosa untuk pertumbuhan otak, koline yang mungkin meningkatkan memori. ASI juga mengandung lebih dari 100 macam enzim yang membantu penyerapan zat gizi yang terkandung di dalam ASI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang bagaimana caranya jika ummahat bekerja? Saya juga bekerja. Bahkan 2 anak saya lahir saat saya menyelesaikan program doktor. Dan Alhamdulillah keduanya ASI eksklusif. Saya memerah ASI jika saya jauh dari bayi. Bahkan pada saat puasa sekarang ini, saya bisa memerah 150-160cc. Yang penting adalah kekuatan pikiran dan manajemen. Yakinlah kita bisa, walau kita bekerja tapi kita tetap dapat menyusui anak kita. Bukankah kita bertekad akan melahirkan generasi rabbani, generasi qur’ani yang sehat dan cerdas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ummahatifillah, masa depan generasi Islam ada di tanganmu……&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-1064806472947323764?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/1064806472947323764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/08/menyusui-kewajiban-yang-terabaikan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/1064806472947323764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/1064806472947323764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/08/menyusui-kewajiban-yang-terabaikan.html' title='Menyusui, Kewajiban yang Terabaikan Ummahat Karier'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Jk9vpWFGkaE/TlhWviqfpTI/AAAAAAAAAEA/1WWShYyi7To/s72-c/bayi-menyusui-250x205.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-57318516864906206</id><published>2011-08-26T00:40:00.000-07:00</published><updated>2011-09-17T19:48:50.756-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Journey of Life'/><title type='text'>Menapaki Setiap Sudut Kota dengan Hikmah...</title><content type='html'>Bismillah...&lt;br /&gt;Judul di atas pastinya bukan perjalanan dari Padang Arafah ke Mina ya.. ini sedikit menggambarkan perjalanan beberapa hari, yang dilalui bersama para saudari yang bisa dibilang, "ketemunya dia lagi, dia lagi". Semoga ini bukan menjadi penghalang untuk berkelana ke sudut kota selanjutnya, justru akan menambah pengeratan di antara kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua bermula dari suatu malam di masjid Al-Hurriyyah, masjid kampus IPB. Secara tidak sengaja ketemu dengan teman omda (Depok juga punya omda-red), Adinda Virantika Putri ESL 46 dan Anik Setiyaningsih TIN 46. Alhasil, reuni ber-Depok rialah kita bertiga. Tanpa mengurangi keberkahan di malam ganjil itu, kita bertiga berencana untuk pulang bersama keesokan harinya, berhubung hari Selasa saat itu merupakan jadwal kuliah terakhir. Saat pulang ada tambahan personil Mba Nyama (Nur Rahmawati TIN 45). Ya, walaupun dengan sedikit kejadian konyol di perjalanan, alhamdulillah kami sampai di kota Depok dengan selamat..&lt;br /&gt;Ahlan wa sahlan... di kota tarbiyah, yang insya Allah menuju kota madani dengan pemimpin yang insya Allah amanah... amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang dua malam berikutnya, lokasi tertuju di Masjid Baitul Kamal atau biasa disebut Masjid Balai Kota Depok. Membuat rencana denga teman-teman akhwat Forum Alumni ROHIS, alhasil ketemu dengan anak kampus lagi. Ya, tenyata ketemu lagi dengan Mba Nyama dan Yuyun FKH 46, dan beberapa adik kelas angkatan 47. Saya jadi berpikir, dunia memang sempit atau orang Depok yang berkelana kemana-mana ya? Tujuan awal ingin menambah silaturahim ke ikhwah yang non-IPB, ternyata justru dipertemukan lagi dengan teman-teman satu kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlanjut hingga hari ini.. Ya, untuk hari ini memang sengaja direncanakan untuk menjelajah kota Depok lagi dengan teman-teman kampus dan sekolah. Adinda Virantika Putri, Mba Nyama, Fauzia MSP 46, dll. Lokasi tertuju ke Masjid Kubah Mas. Bismillah... semoga setiap perjalanan dimudahkan dan membawa hikmah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Jika ini Ramadhan terakhirku, ridhoilah ia sebagai sarana untuk menggapai jannah-Mu.. dan menjadikan hamba-Mu ini selalu total dalam menghibahkan diri ini untuk dakwah dan taat pada-Mu, Rasul-Mu, dan qiyadah diantara kami.. &lt;/i&gt;"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-57318516864906206?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/57318516864906206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/08/menapaki-setiap-sudut-kota-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/57318516864906206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/57318516864906206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/08/menapaki-setiap-sudut-kota-dengan.html' title='Menapaki Setiap Sudut Kota dengan Hikmah...'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-8979795553381878295</id><published>2011-08-23T22:36:00.000-07:00</published><updated>2011-09-17T19:55:18.357-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Beberapa Tanda Malam Lailatul Qadar</title><content type='html'>&lt;b&gt;dakwatuna.com – &lt;/b&gt;Allah SWT berfirman: &lt;i&gt;“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam Al-Qadr (lailatul qadr/malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam Al-Qadar itu? Malam itu lebih baik dari seribu bulan. Turun para malaikat dan ar-Ruuh pada malam itu dengan izin Tuhan mereka untuk segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar.”&lt;/i&gt; (Q. S. Al-Qadr: 1 – 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Oleh: Dr. Setiawan Budi Utomo&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, kapankah Lailatul Qadr tersebut datang? Mengenai hal ini Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa terdapat sekitar 40 perbedaan pendapat berkenaan dengannya. Beberapa pendapat mengatakan bahwa ia jatuh pada malam ke-21, sedang sebagian lain mengatakan malam ke-27 (merupakan salah satu pendapat terkuat) dan masih banyak lagi, dengan masing-masing hujjahnya. Bahkan sebagian pendapat mengatakan bahwa tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui pasti kapan tepatnya Lailatul Qadr tersebut datang. Namun, yang jelas, bahwa Lailatul Qadr tersebut jatuh di antara 10 malam terakhir dari Bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-C6_myidZKUk/TlSOazmibsI/AAAAAAAAAD8/qFgJqejeHdA/s1600/al-qadar.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="174" src="http://1.bp.blogspot.com/-C6_myidZKUk/TlSOazmibsI/AAAAAAAAAD8/qFgJqejeHdA/s320/al-qadar.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;Dirahasiakannya waktu jatuhnya malam Al-Qadr ini oleh Allah SWT, menurut Yusuf Qaradhawi, mengandung banyak sekali hikmah. Andaikata kita dapat mengetahui jatuhnya malam Al-Qadr tersebut, niscaya akan hilang semangat beribadah pada Bulan Ramadhan dengan mencukupkan diri dengan beribadah hanya pada malam tersebut saja. Dengan dirahasiakannya waktu malam Al-Qadr tersebut, maka dapat mendorong kita untuk bersemangat mencarinya terutama di malam-malam akan berakhirnya bulan Ramadhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara ringkas, dapat disimpulkan beberapa amaliyah menjaring dan memburu malam Lailatul Qadr sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Menghidupkan malam Lailatul Qadar adalah bukti keimanan seseorang. Dari Abu Hurairah RA, bersabda Nabi SAW: “Barangsiapa menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap ridha Allah SWT maka diampuni dosanya yang terdahulu.” (HR Bukhari, I/61, hadits no. 34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menggapai Lailatul Qadar hendaklah dalam keadaan berpuasa: Dari Abu Hurairah RA Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap ridha Allah SWT maka diampuni dosanya yang terdahulu, dan barangsiapa berpuasa Ramadhan dalam Iman dan mengharap ridha ALLAH SWT maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari, VI/468, hadits no. 1768)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mencari Lailatul Qadar itu pada 10 malam yang terakhir: Dari Aisyah RA berkata: “Adalah Nabi SAW&lt;br /&gt;biasa mencari Lailatul Qadar pada 10 malam yang terakhir.” (HR Bukhari, VII/147, hadits no. 1880)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mencari Lailatul Qadar itu pada 10 terakhir tersebut terutama pada malam-malam Witirnya: Dari Aisyah RA: “Adalah Nabi Saw mencari Lailatul Qadar pada malam-malam witir di 10 hari terakhir.” (HR Bukhari, VII/145, hadits no. 1878)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Hadits paling seringnya tentang Lailatul Qadar adalah tgl 27 tapi terjadi juga tanggal 23-nya: Dari Abdullah bin Unais RA, bersabda Nabi Saw: “Aku melihat Lailatul Qadar lalu aku dibuat lupa waktunya, dan ditampakkan padaku saat Subuhnya aku sujud di tanah yg basah, lalu kata Abdullah: Maka turun hujan atas kami pada malam 23, maka Nabi SAW shalat Shubuh bersama kami, lalu beliau SAW pulang dan nampak bekas air dan tanah di dahi dan hidung beliau SAW, lalu dikatakan: Maka Abdullah bin Unais berkata tanggal 23 itulah Lailatul Qadar.” (HR Muslim, VI/80, hadits no. 1997)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Lailatul Qadar itu bisa didapati dalam keadaan jaga maupun juga dalam kondisi tidur dalam bentuk mimpi yang benar. Dari Ibnu Umar RA: “Ada beberapa orang laki-laki sahabat Nabi SAW yang bermimpi melihat Lailatul Qadar pada 7 malam terakhir, maka sabda Nabi SAW: Aku juga melihat apa yang kalian mimpikan itu jatuhnya pada 7 malam terakhir, maka barangsiapa yang ingin mencarinya maka carilah pada 7 malam terakhir tersebut.” (HR Bukhari, VII/142, hadits no. 1876)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Lailatul Qadar itu tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak ada angin, tidak hujan. “Pada malam Lailatul Qadar itu tidak panas dan tidak dingin, tidak berawan dan tidak hujan dan tidak berangin, tidak juga terang dengan bintang-bintang, tanda di pagi harinya adalah Matahari terbit bercahaya lembut.” (HR As-Suyuthi dalam Jami’ Shaghir, di-shahih-kan oleh Albani dalam Shahihul Jami’, XX/175, no. 9603)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Tapi kadang-kadang Lailatul Qadar itu disertai juga dengan hujan. Dari Abu Said Al-Khudri RA, bersabda Nabi Saw: “… Aku melihat Lailatul Qadar lalu aku dibuat lupa kapan waktunya, maka barangsiapa yang ingin mencarinya maka carilah pada 10 hari terakhir pada malam2 witirnya dan aku melihat diriku pada malam tersebut sujud di atas tanah yang basah… Maka kami kembali dan kami tidak melihat ada awan di langit, maka tiba-tiba ada awan dan turun hujan sampai airnya menembus sela-sela atap masjid yang terbuat dari pelepah Kurma, maka aku melihat Nabi SAW sujud di atas tanah yang basah, sampai kulihat bekas tanah yang basah itu di dahi beliau SAW” (HR Bukhari, VII/174, hadits no. 1895)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Pagi hari setelah Lailatul Qadar cahaya Matahari putih tapi tidak silau. Berkata Ubay bin Ka’ab RA: “Demi ALLAH yang Tiada Tuhan kecuali DIA, sungguh malam tersebut ada di bulan Ramadhan, aku berani bersumpah tentang itu dan demi ALLAH aku tahu kapan malam itu, yaitu malam yang kita diperintah Nabi SAW untuk menghidupkannya yaitu malam 27 dan tanda-tandanya adalah Matahari bersinar di pagi harinya dengan cahaya putih tapi tidak menyilaukan.” (HR Muslim, IV/150, hadits no. 1272)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Lailatul Qadar hanya bermanfaat bagi orang yang Iman dan mengharap ridha ALLAH SWT. Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa yang bangun saat Lailatul Qadar lalu pas melihatnya, lalu sabda Nabi SAW: Dan orang tersebut beriman dan mengharap ridha ALLAH SWT maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR Muslim, IV/147, hadits no. 1269)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Saat Lailatul Qadar Malaikat yang turun ke bumi lebih banyak dari Kerikil. Bersabda Nabi Saw: “Lailatul Qadar itu pada malam 27 atau 29, sungguh malaikat yang turun pada saat itu ke bumi lebih banyak dari jumlah batu kerikil.” (HR Thayalisi dalam Musnad-nya no. 2545; juga Ahmad II/519; dan Ibnu Khuzaimah dalam shahih-nya II/223)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Doa yang paling utama dan paling dibaca saat Lailatul Qadar. Dari Aisyah RA: Wahai Rasulullah, menurut pendapatmu jika aku tahu bahwa malam terjadinya Lailatul Qadar, maka doa apa yang paling baik kuucapkan? Sabda Nabi SAW: “Ucapkanlah olehmu, Ya ALLAH sesungguhnya ENGKAU adalah Maha Pemaaf, mencintai orang yang suka memaafkan, maka maafkanlah aku.” (HR Ahmad, Ibnu Majah dan Tirmidzi, di-shahih-kan oleh Albani dalam Al-Misykah, I/473 no. 2091)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah SWT Berkenan menjadikan kita termasuk ke dalam orang-orang yang dapat memanfaatkan Ramadhan dengan sebaik-baiknya, menjadikan kita termasuk ke dalam kelompok yang mendapatkan Lailatul Qadr tersebut, dan menjadikan kita termasuk golongan yang berhasil menyelesaikan Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya sehingga keluar daripadanya sebagai seorang yang bertaqwa serta dapat mempertahankannya selama-lamanya. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam Wabillahit Taufiq wal Hidayah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-8979795553381878295?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/8979795553381878295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/08/beberapa-tanda-malam-lailatul-qadar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/8979795553381878295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/8979795553381878295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/08/beberapa-tanda-malam-lailatul-qadar.html' title='Beberapa Tanda Malam Lailatul Qadar'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-C6_myidZKUk/TlSOazmibsI/AAAAAAAAAD8/qFgJqejeHdA/s72-c/al-qadar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-2203424734909474513</id><published>2011-08-20T07:59:00.000-07:00</published><updated>2011-09-17T19:51:03.077-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gizi Kesehatan dan Islam'/><title type='text'>10 Tanda Umum Anak Bergizi Baik</title><content type='html'>Bismillah...&lt;br /&gt;Mungkin kita pernah ingat di televisi sempat ada iklan produk susu yang menayangkan 10 tanda umum anak bergizi baik. Ini merupakan suatu pengaruh dari tumbuh kembang anak dari asupan gizi yang baik. Topik ini kembali mengingatkan saya dengan mata kuliah Gizi Dalam Daur Kehidupan yang membahas bagaimana asupan makanan setiap periode usia memiliki perbedaan dikarenakan kondisi fisiologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut ahli gizi Dr dr Anie Kurniawan, M.Sc, SpGK, ada 10 tanda umum yang mudah dikenali dari anak yang memiliki gizi yang baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-r59Z3rl98SY/Tk_KqPWVeWI/AAAAAAAAAD0/g_z58JH0kRM/s1600/tanda_anak_sehat.gif" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-r59Z3rl98SY/Tk_KqPWVeWI/AAAAAAAAAD0/g_z58JH0kRM/s1600/tanda_anak_sehat.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="color: black;"&gt;Pertama&lt;/b&gt;, anak sehat bertambah umur, berat dan tinggi badan pun bertambah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="color: black;"&gt;Kedua&lt;/b&gt;, postur tubuh tegap dan otot padat. Pertumbuhan dan perkembangan rangka tubuh diukur dengan cara berdiri tegak. Pertumbuhan otot dilihat dengan pengukuran lingkar lengan atas yang sesuai dengan usianya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;, rambut berkilau dan kuat. Anak yang memenuhi kriteria ini memiliki cukup asupan makronutrien, seng, serta vitamin C dan E.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Keempat&lt;/b&gt;, kulit serta kuku bersih dan tidak pucat. Kulit lembab dan tidak bersisik itu cukup asupan vitamin A, C, dan E.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kelima&lt;/b&gt;, wajah ceria, mata bening, dan bibir segar. Kejiwaan anak ditandai dengan sifat ceria, aktif berkomunikasi, dan mau berteman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Keenam&lt;/b&gt;, gigi bersih dan gusi merah muda. Gigi anak berkilat, gusi merah muda berkilat, dan lidah bersih segar artinya anak memiliki kecukupan acupan niasin, asam folat, riboflavin, dan vitamin B 12.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Ketujuh&lt;/b&gt;, nafsu makan baik dan buang air besar teratur.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kedelapan&lt;/b&gt;, anak bergerak aktif dan berbicara lancar sesuai umur. Fungsi motorik anak yang sehat bila anak bergerak aktif sesuai umur, lincah bermain sesuai umur, dan berbicara lancar sesuai umur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kesembilan&lt;/b&gt;, anak sehat itu penuh perhatian dan bereaksi aktif. Kecerdasan anak diartikan dengan sikap penuh perhatian, rasa ingin tahu, bereaksi aktif, dan berprestasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Kesepuluh,&lt;/b&gt; anak dapat tidur nyenyak. Status gizi memengaruhi kebiasaan tidur anak. Menurut dr Anie, ada hubungan antara indeks masa tubuh dan kebiasaan tidur anak. Misalnya anak perempuan (sekitar 13 tahun) yang langsing tidur lebih lama dan nyenyak daripada yang gemuk. Anak bergizi baik (tidak kegemukan) tidur lebih banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, sebenarnya tanda-tanda ini merupakan salah satu muwashofat fisik yang &lt;i&gt;qawwi &lt;/i&gt;bagi seorang anak. Setuju?&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-r59Z3rl98SY/Tk_KqPWVeWI/AAAAAAAAAD0/g_z58JH0kRM/s1600/tanda_anak_sehat.gif" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;-20 Ramadhan 1432 H-&lt;br /&gt;&lt;span id="more-332"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-2203424734909474513?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/2203424734909474513/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/08/10-tanda-umum-anak-bergizi-baik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/2203424734909474513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/2203424734909474513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/08/10-tanda-umum-anak-bergizi-baik.html' title='10 Tanda Umum Anak Bergizi Baik'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-r59Z3rl98SY/Tk_KqPWVeWI/AAAAAAAAAD0/g_z58JH0kRM/s72-c/tanda_anak_sehat.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-1699065686197213798</id><published>2011-08-16T17:05:00.000-07:00</published><updated>2011-09-17T19:55:18.357-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Secarik Kertas Tausiyah</title><content type='html'>Bismillah...&lt;br /&gt;Rasanya senang berkumpul dengan saudara/i seperjuangan setelah lumayan lama tidak berkumpul..&lt;br /&gt;Acara ifthor jama'i kemarin, memang cukup unik. Ada pembagian tugas membuat makanan, dan tausiyah sebagai tiket masuk yang nantinya untuk tukeran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir acara, saya mendapat secarik kertas yang kalau dilihat tulisannya memang tidak terlalu rapi, tapi isinya cukup menyentuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Assalamu'alaikum wr. wb.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Suatu fikrah akan berjaya apabila:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;1. Kuat keyakinan terhadapnya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;2. Terpenuhi keikhlasan menjalankannya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;3. Selalu berkobar semangat memperjuangkannya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;4. Ada kesiapan berkorban dan beramal mewujudkannya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Hasan Al-Banna, Risalah Ila's Syabab)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mudah-mudahan bisa memberi semangat untuk kita dalam menapaki jalan dakwah ini, jalan dakwah yang panjang, penuh kerikil, dan berat. Tetapi insya Allah jalan dakwah ini juga yang akan memproses dan mentarbiyah kita menjadi lebih baik lagi dan mudah-mudahan kita menjadi lebih baik lagi dan mudah-mudahan bisa menjadi salah satu peraih gelar TAQWA"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Wallahu'alam tulisan itu dari siapa, entah ikhwan atau akhwat. Dan tausiyah saya pun entah berada di tangan siapa.&lt;i&gt; &lt;/i&gt;Tapi yang pasti, saya bersyukur hingga detik ini diistiqomahkan berada dalam lingkungan yang baik.&lt;br /&gt;Untuk saudara/i seperjuangan, ana uhubbukumfillah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-1699065686197213798?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/1699065686197213798/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/08/secarik-kertas-tausiyah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/1699065686197213798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/1699065686197213798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/08/secarik-kertas-tausiyah.html' title='Secarik Kertas Tausiyah'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-2793213110930169532</id><published>2011-08-08T21:22:00.000-07:00</published><updated>2011-09-17T19:55:18.358-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Jemputan Iman Ramadhan</title><content type='html'>Bismillah...&lt;br /&gt;Event hari ini kembali mengingatkan saya pada trend kegiatan rutinan Ramadhan yang sejak lima sampai enam tahun terakhir seperti mengalami &lt;i&gt;vacuum&lt;/i&gt;. Ya, pesantren kilat atau yang biasa disingkat menjadi sanlat. Di kampus sendiri pun, agenda Ramadhan yang sudah rutin ada cukup banyak seperti kajian, buka shaum jama'i, dll. Namun untuk sanlat sendiri, saya baru merasakannya di tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah... keikhlasan hati para alumni FKRD dan FORSIA (kalau dulu satu fakultas) membuahkan sebuah hasil berupa kegiatan sanlat yang telah dirancang rapi. Sanlat berlokasi di Yayasan Pengembangan Insan Pertanian Indonesia (YAPIPI) milik Pak Anton Apriantono, mantan Menteri Pertanian RI yang juga sebagai pembicara saat menjelang buka shaum. Meskipun peserta yang datang tidak terlalu banyak, tapi sanlat ini tetap saja ada atmosfer yang berbeda dibanding kegiatan-kegiatan Ramadhan yang lain. Membawa ruh ke sebuah jemputan keimanan yang insya Allah semakin manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat dengan kondisi pesantren kilat saat masih SD sampai SMA, dimana saat itu jumlah jilbaber masih dapat dihitung dengan jari. Bagaimana dengan sekarang?? Subhanallah... semuanya mengenakan pakaian rapi, ini pun keadaannya sama ketika diluar acara sanlat. Ini menjadi sebuah indikator bahwa Islam semakin diterima oleh masyarakat, meskipun belum futuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimulai dari sebuah forum-forum atau lingkaran, insya Allah Islam semakin dijiwai dalam tubuh masyarakat. Penyampaian itu harus terus mengalir... walaupun kita tidak tahu kapan Allah mengetuk pintu hidayah tiap individu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-9 Ramadhan 1432 H-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-2793213110930169532?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/2793213110930169532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/08/jemputan-iman-ramadhan.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/2793213110930169532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/2793213110930169532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/08/jemputan-iman-ramadhan.html' title='Jemputan Iman Ramadhan'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-4452628475940171672</id><published>2011-08-01T19:49:00.000-07:00</published><updated>2011-09-17T19:57:46.446-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gizi Kesehatan dan Islam'/><title type='text'>Puasa dan Metabolisme</title><content type='html'>&lt;div style="line-height: 150%; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;Artikel yang saya dapat ini membuat saya teringat pada mata kuliah Metabolisme Zat Gizi semester empat kemarin. Ya, yang berkaitan tentang glikogenolisis dan glukoneogenesis, yaitu pemecahan glukosa dan penggantian dari liver dan otot apabila tubuh dalam keadaan puasa hingga belasan jam kedepan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-fRp_6pfHMj4/TjdparPi0FI/AAAAAAAAADw/RM4uvwUQu8o/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="235" src="http://2.bp.blogspot.com/-fRp_6pfHMj4/TjdparPi0FI/AAAAAAAAADw/RM4uvwUQu8o/s320/images.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;Puasa tahun ini, semua berharap, bisa melaksanakan dengan sempurna. Bukan hanya menahan haus dan dahaga di siang hari. Melainkan juga, mampu menahan seluruh hawa nafsu yang biasanya nyaris tanpa terkendali.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;Nah, sebenarnya apa keutamaan puasa itu? Salah satunya, memberikan dampak kesehatan, baik secara fisik maupun secara fsikis. Para peneliti, memang masih berdebat soal puasa berdampak terhadap kesehatan fisik. Namun, sejumlah peneliti mayoritas membenarkan puasa bisa memberikan dampak terhadap kesehatan fsikis.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;Pun begitu, dalam sebuah hadits sohih, Rasulullah bersabda &lt;i&gt;“Shumu tashihhu”&lt;/i&gt; (berpuasalah niscaya kamu akan sehat (HR. Thabrani) ). Pesan Rasulullah ini, memberikan pesan mendalam. Salah satunya, ibadah puasa bisa bermanfaat bagi kesehatan manusia. Baik kesehatan jasmani, rohani dan sosial. &lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;Beberapa pengaruh puasa terhadap kesehatan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Terhadap Metabolisme&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bukti empirik menunjukan, puasa dapat mempengaruhi metabolisme tubuh manusia. Dalam kondisi sedang berpuasa, liver melepaskan cadangan glukosa, dan aktif membentuk glukosa baru, dari sisa pembakaran glukose sebagai bahan limbah metabolisme.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Terhadap fungsi Fisiologi tubuh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tubuh manusia memiliki mekanisme alamiah yang disebut &lt;i&gt;Hemeostatis&lt;/i&gt;. Biasanya, mekanisme alamiah ini digunakan untuk mangatasi kondisi-kondisi yang tak diinginkan, agar tetap dalam kondisi normal. Dalam keadaan puasa selama 14 jam, tubuh tidak mendapatkan supplai makanan, akan tetapi tubuh tetap bertahan. Hal ini disebabkan, tubuh masih memiliki cadangan energi dalam bentuk lemak yang berasal dari karbohidrat yang disimpan dalam bentuk glikogen. Cadangan energi ini mampu bertahan sampai 25 jam. Dengan demikian, mereka yang berpuasa jangan khawatir menjadi sakit karena memiliki mekanisme alamiah untuk mempertahankan dirinya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Terhadap Sistem Pencernaan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;Alat pencernaan kita, telah bekerja selama 11 bulan penuh. Nah, saat bulan Ramadhan, sudah saatnya alat pencernaan ini diberi istirahat, paling sedikit satu bulan dalam satu tahun. Makanan yang masuk kedalam tubuh memerlukan proses pencernaan kurang lebih delapan jam, yaitu empat jam diproses didalam lambung dan empat jam didalam usus kecil. Dengan adanya, istirahat, maka ruang-ruang pencernaan menjadi segar dan terhindar dari berbagai penyakit. &lt;i&gt;Wallahua’lam.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;(kesehatan.kompasiana.com)&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-4452628475940171672?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/4452628475940171672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/08/puasa-dan-metabolisme.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/4452628475940171672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/4452628475940171672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/08/puasa-dan-metabolisme.html' title='Puasa dan Metabolisme'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-fRp_6pfHMj4/TjdparPi0FI/AAAAAAAAADw/RM4uvwUQu8o/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-297886123648566066</id><published>2011-07-28T07:35:00.000-07:00</published><updated>2011-09-17T19:55:18.359-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Dzikrul Maut</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-OhUJvj43bL8/TjFyPwHuoQI/AAAAAAAAADo/Z_FFf0IUKHQ/s1600/marhaban-ya-ramadhan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://3.bp.blogspot.com/-OhUJvj43bL8/TjFyPwHuoQI/AAAAAAAAADo/Z_FFf0IUKHQ/s400/marhaban-ya-ramadhan.jpg" width="400" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Dzikrul maut lagi....&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Ya, peringatan maut kembali bergema di telinga, disaat penantian Ramadhan yang tinggal menghitung hari. Tinggal 4 hari lagi. Ponsel ini pagi tadi berbunyi, mendapat kabar duka wafatnya ayah dari saudari seperjuangan..&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Banyak hal yang semula telah direncanakan menjadi berbeda sesuai kehendak Allah.&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Semoga dapat dipertemukan dengan ramadhan tahun ini... Amin&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-297886123648566066?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/297886123648566066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/07/dzikrul-maut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/297886123648566066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/297886123648566066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/07/dzikrul-maut.html' title='Dzikrul Maut'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-OhUJvj43bL8/TjFyPwHuoQI/AAAAAAAAADo/Z_FFf0IUKHQ/s72-c/marhaban-ya-ramadhan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-1435218815448304062</id><published>2011-07-23T07:25:00.000-07:00</published><updated>2011-09-17T19:55:18.360-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Kami Tidak Menulis Buku, Tapi Kami Mencetak Manusia</title><content type='html'>Sebuah pengingatan diri pribadi, terutama mengenai kualitas ibadah yaumiyah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Adi Putra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;dakwatuna.com -&lt;/strong&gt;Ikhwah fillah, inilah kira-kira jawaban yang dilontarkan seorang ulama besar, imam Al-Banna ketika ia ditanya oleh salah seorang muridnya, mengapa ia tidak menerbitkan buku untuk menjadi bekal dan pedoman bagi generasi pelanjut nantinya. Setahu saya hanya ada dua buku yang langsung dikarang oleh Imam Al-Banna, yaitu “Memoar Hasan Al-Banna” dan “Detik-detik Hidupku”. Tapi bisa kita lihat saat ini, kader-kader yang dicetak oleh imam Hasan berkarya jauh lebih besar dari hanya menghasilkan karya buku dan kitab, bahkan untuk urusan buku dan kitab, karangan satu orang murid beliau saja mungkin belum pernah habis kita membacanya, Syekh Yusuf Qaradhawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lontaran jawaban yang mengatakan “Kami Tidak Mencetak Buku, Tapi Kami Mencetak Manusia”, menurut hemat saya pribadi bukanlah satu bentuk penolakan atau ketidaksetujuan beliau tentang karya mencetak buku dan kitab. Saya yakin beliau bangga terhadap penerusnya yang telah menghasilkan ribuan buku, seperti Syekh Yusuf Qaradhawi, Jumu’ah Al-Amin, Musthafa Masyhur, dll. Tapi beliau hanya ingin menekankan, ada satu pekerjaan besar kita, yang sesungguhnya lebih besar daripada amal menghasilkan karya tulisan, yaitu amal “menulis” manusia, amal mencetak manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita perhatikan dakwah semenjak zaman Rasulullah, salah satu inti penting dari dakwah adalah pertambahan jumlah kader dan pendukung dakwah, dan kita tidak bisa menafikan ini. Yang saya pahami salah satu parameter keberhasilan dakwah adalah bertambahnya jumlah orang yang menerima dan dibina di jalan dakwah. Lihatlah bagaimana pertumbuhan dakwah Rasulullah, satu orang beliau di awal risalah kenabian, menjadi 124.000 orang pada saat haji Wada’. Kita bisa menghitung rataan pertumbuhan kader dakwah yang dibangun Rasulullah dari tiap perjalanan waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan dakwah ini tak bisa berhenti pada tahapan&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;, menyampaikan saja, tapi ia harus dilanjutkan sampai membentuk manusia, dan seterusnya. Kerja dakwah ini tak bisa hanya berhenti sampai di titik mengajarkan bagaimana cara shalat yang benar, tapi harus berlanjut bagaimana agar shalat ini benar-benar integrated dalam kehidupan manusia. Kerja dakwah kita tak boleh berhenti sampai mengajarkan cara membaca Al-Qur’an yang benar saja, tapi harus terus berlanjut sampai Al-Qur’an benar-benar menjadi pedoman tiap langkahnya. Kerja dakwah tak bisa cukup sampai hanya menyampaikan satu sisi Islam saja, ibadahkah, fiqihkah, tapi ia harus terus berlanjut agar orang benar-benar paham Islam secara komprehensif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu pekerjaan besar yang harus dilakukan seorang kader dakwah, yang menurut saya adalah harga mati, ialah membina dan “menulis” manusia, mentarbiyah manusia. untuk menghasilkan kader-kader baru yang tangguh dan mumpuni. Menghasilkan kader-kader dakwah baru yang benar-benar paham Islam secara komprehensif. Pekerjaan membina manusia bagi seorang kader dakwah, adalah satu hal niscaya yang ia harus lakukan , jika ia memahami dan meneladani dakwah Rasulullah dan orang-orang shalih sebelumnya. harusnya tak ada lagi kalimat yang terlontar dari seorang kader dakwah “saya tidak mau pegang mentoring” atau “saya malas pegang mentoring” atau “saya belum sanggup meng-&lt;em&gt;handle&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;kelompok mentoring”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu kita harus pula memahami membina manusia dalam kerangka dan lingkup seperti apa. Jika kita simak Firman Allah dalam QS As-Syu’raa : 214&amp;nbsp;&lt;em&gt;“Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat”&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;dan firman Allah dalam QS At-tahrim : 6 &lt;em&gt;“Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…”&lt;/em&gt;. Membina manusia haruslah kita mulai dari lingkungan terdekat kita, mentarbiyah diri sendiri dengan tarbiyah dzatiyah, mentarbiyah keluarga, dan terus pada lingkungan yang lebih luas. Jangan sampai tarbiyah yang kita lakukan sudah melebar ke mana-mana, tapi kita melupakan tarbiyah pada keluarga.&lt;br /&gt;Dan pada akhirnya kita bisa bayangkan bagaimana luar biasanya kondisi masyarakat sekian waktu yang akan datang, jika semua kader dakwah memahami esensi “menulis” manusia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir saya mengingatkan bagi diri saya pribadi dan untuk kita semua, mulai dan lanjutkanlah pekerjaan kita “menulis” manusia, pekerjaan mentarbiyah manusia agar dakwah dan Islam ini benar-benar membumi menjadi rahmatal lil ‘alamiin. Jangan lagi ada di antara kita yang masuk golongan kaum “&lt;em&gt;qaa’idiin&lt;/em&gt;”, yang duduk-duduk saja, jangan sampai kita hanya melihat dan menyaksikan saudara-saudara kita menunaikan tugasnya menulis manusia, tapi kita diam saja, jangan sampai title “&lt;em&gt;pengangguran harakah&lt;/em&gt;” tersemat indah di pundak kita. MARI MEMBINA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah selalu merahmati kita dengan iman dan keistiqamahan.&lt;br /&gt;Wallahu’alam bis shawab&lt;br /&gt;-hamasah-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-1435218815448304062?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/1435218815448304062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/07/kami-tidak-menulis-buku-tapi-kami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/1435218815448304062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/1435218815448304062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/07/kami-tidak-menulis-buku-tapi-kami.html' title='Kami Tidak Menulis Buku, Tapi Kami Mencetak Manusia'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-734598417283191041</id><published>2011-07-14T09:37:00.000-07:00</published><updated>2011-09-17T19:58:32.352-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Journey of Life'/><title type='text'>Al-Kautsar, Bagaimana Riwayatmu Kini?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-0YP0ztJ0Nu0/Th8IlhRLB_I/AAAAAAAAADU/JZfy7eJXQZU/s1600/ROHIS+SMANTI.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-0YP0ztJ0Nu0/Th8IlhRLB_I/AAAAAAAAADU/JZfy7eJXQZU/s1600/ROHIS+SMANTI.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sejak awal memasuki SMA sampai sekarang saya masih bertanya-tanya, kenapa nama Rohis di sekolah saya Rohis Al-Kautsar ya? Akhirnya saya pun membuat kesimpulan sendiri. Mungkin karena sekolah saya SMA Negeri 3 Depok dan surat Al-Kautsar terdiri dari 3 ayat, jadi... Ya, tapi ini perlu dicek lagi keshahihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima tahun sudah sejak pertama kali memasuki dunia putih abu-abu. Secara tidak langsung, ini merupakan usia yang sama untuk proses tarbiyah yang saya dapatkan. Begitu pun ketika bergabung di Rohis dan mulai bersentuhan dengan dakwah. Namun di usia tarbiyah yang tergolong muda-bahkan sangat muda, rasanya banyak yang perlu dievaluasi baik dari sisi personal, tarbawi, juga output dari tarbiyah sendiri, yaitu aplikasi di lapangan. Alhamdulillah,, dunia putih abu yang sebelumnya saya kira sarat akan hedonis, terutama di daerah perkotaan (catatan: Depok sudah masuk kota), ternyata justru memberi warna yang berbeda. Sebuah warna dari &lt;i&gt;shibgah&lt;/i&gt;-Nya&amp;nbsp; :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sekarang membayangkan dulu, rasanya geli sendiri. Dari mulai syuro yang suka kabur (karena nggak sreg dengan ketuanya, dll), &lt;i&gt;halaqoh &lt;/i&gt;suka bolak-balik toilet (untuk cuci muka, ngantuk karena kadang materinya terlalu berat, kadang nggak nyampe di otak juga) bahkan kantin, dan masih banyak kejadian konyol lain yang sekiranya tidak perlu diceritakan disini. Warna warni Rohis dan tarbiyah SMA. Harus banyak-banyak istighfar nih,,, Astaghfirullahaladzim... Mungkin itu terjadi karena belum sepenuhnya terikat dengan sebuah sistem. Mungkin juga karena masih tergolong 'muda'. Ah, tapi apakah ini bisa menjadi sebuah alasan jika kita sudah mengetahui dasar-dasarnya? Semoga Allah selalu mengampuni hambaNya yang dhaif ini. Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, jadi teringat kembali masa-masa itu. Semoga segala kekurangan yang ada bukan menjadi halangan untuk kembali melanjutkan aktivitas keislaman hingga saat ini. Namun suasana yang ada kini berbeda. Wajarlah beda, dunia kampus dengan sekolah memang tidak sama. Dikala berbagai aktivitas seperti mencari-cari perhatian untuk jadi prioritas, rasanya keinginan untuk berlama-lama di sekolah cukup menjadi harapan&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liburan semester kali ini pun, alhamdulillah, bisa mengikuti agenda-agenda dari FAIS (Forum Alumni Islam Smanti) beberapa kali. Walaupun belum semua alumni rohis bisa hadir, sudah sangat cukup untuk men-&lt;i&gt;charge&lt;/i&gt; semangat ruhiyah dan ukhuwah saat di sekolah. Begitu banyak perbedaan yang nampak sekarang ini. Ah... Rohis Al-Kautsar, bagaimana riwayatmu kini? sadar atau tidak, sebenarnya rohis sekolah banyak menghasilkan suplai untuk aktivis dakwah kampus. Apalgi sekarang ini sudah tersiar kabar, kalau di sekolah saya dakwah tidak hanya satu 'warna'. Ini memang bukan sebuah kesalahan, tapi alangkah baiknya jika satu irama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Kautsar,,, bagaimana riwayatmu kini? Semoga akan terus ada mujahid dan mujahidah yang menegakkan kalimatullah di sekolah tercinta!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-13 Syaban 1432 H, menuju ayyamul bidh-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-734598417283191041?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/734598417283191041/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/07/al-kautsar-bagaimana-riwayatmu-kini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/734598417283191041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/734598417283191041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/07/al-kautsar-bagaimana-riwayatmu-kini.html' title='Al-Kautsar, Bagaimana Riwayatmu Kini?'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-0YP0ztJ0Nu0/Th8IlhRLB_I/AAAAAAAAADU/JZfy7eJXQZU/s72-c/ROHIS+SMANTI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-988000532186941689</id><published>2011-07-10T22:08:00.000-07:00</published><updated>2011-09-17T19:55:18.361-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Saya Mantan Komentator Dakwah</title><content type='html'>Bismillah.. ini merupakan salah satu artikel yang saya ambil sekitar satu tahun yang lalu. Semoga bisa menjadi muhasabah bagi kita semua..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;Tulisan ini diambil dari sebuah milist &lt;strong&gt;Islamedia&lt;/strong&gt;, dengan izin mengshare semoga dapat mengingatkan dan menguatkan kita tentang arti sebuah kebersamaan dalam Islam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya saya orang yg bermasalah dari sisi kehadiran di LQ/Usrah, tidak perlu ditanya tentang aktifitas yaumiyah; tilawah, almatsurat, qiyamul lail, duha, hafal qur'an, hadits, shalat berjamaah dimasjid, aktifitas sosial kemasyarakatan dll, semua garis datar (-) atau kali (x) ketika mengisi di daftar mutabaah. Kehadiran sy sudah terlalu membahagiakan teman2 LQ dan Murobi jika sebulan datang sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya saya menjadi penggangguran da'wah, dikasih amanah, karena alasan kesibukan kerja, urusan keluarga dll, amanah tidak ada yang terlaksana. ditengah kelemahan iman itu saya mulai bernostalgia dengan masa lalu, mengapa jamaah ini tidak seperti dulu lagi, semua terasa hambar. semangat itu mulai hilang. Dan saya mulai berkesimpulan ADA YANG SALAH DENGAN JAMAAH INI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya saya mulai menjadi "KOMENTATOR DA'WAH" mulailah mengomentari satu persatu masalah yg ada dijamaah; mulai dari anggota dewan yang rangkap jabatan jadi ketua&amp;nbsp; dakwah level Kabupaten, anggota dewan yang studi banding, ustadz yang tdk bisa mengurusi keluarganya, acara yang biasa diadakan dimasjid kini pindah kehotel, ustadz-ustadz yang biasa menenteng Al Quran ditangannya kini lebih senang memainkan communicator saat diwawancarai oleh media dan masih banyak masalah jamaah yang tidak luput dari komentar saya. Pokoknya waktu itu saya sukses menjadi KOMENTATOR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sukses jadi komentator, saya juga sukses mempengaruhi beberapa teman LQ untuk bersama2 menjadi PENGANGGURAN sekaligus KOMENTATOR. Setelah itu saya memutuskan untuk CUTI dari LQ Hal yang paling membuat mantap saya untuk CUTI LQ adalah karna Ustadz kesayangan saya, yang menjadi Murobbi saya ketika SMA di-IQAB atau bahasa sebahagia teman DIPECAT. Beliau diturunkan dari keanggotaan DEWASA ke MADYA, selang beberapa bula diturunkan lagi dari MADYA ke MUDA. Karna sesuatu dan lain hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak terima, saya protes dengan cara tidak LQ lagi. Tapi yang aneh ustadz kesayangan saya yang di IQAB itu justru tetap LQ, walaupun harus duduk manis bersama mantan-mantan binaanya di kelas MUDA. aneh kan saya, hehehehe...yang saya bela ternyata tetap LQ malah saya yg berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz yang di IQAB ini baru saja diamanahi Amanah yang jauh lebih Berat sebagai pimpinan jamaah level propinsi, karena kesabarannya bersama jamaah. Semoga Allah memberikan kekuatan kepadamu Ustadz&amp;nbsp; untuk memikul amanah da'wah yg semkin berat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, setelah lama menjalani status sebagai PENGANGGURAN sekaligus PENGAMAT DA'WAH, membuat saya jenuh juga. Saya mulai rindu dengan ikhwah-ikhwah, mulai rindu dengan LQ, MABID. Rindu akan amanah, rindu akan kerja2 da'wah. Saya ingin kembali bangkit menjadi PEMAIN, yang siap menhantarkan bola-bola amanah da'wah menuju sasarannya. saya mulai benci menjadi PENGAMAT, yang serba tau segalanya, saya benci jadi PENONTON yang hanya bisa menyoraki para pemain ketika mereka salah dalam mengoper bola, dan kadang hanya membuat ONAR di lapangan pertandingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situlah saya mulai merenung; APAKAH BETUL ADA YANG SALAH DENGAN JAMAAH INI? atau....jangan-jangan SAYA YANG BERMASALAH?.....jabawannya ternyata; SAYA YANG BERMASALAH !!!&amp;nbsp;&amp;nbsp; [redaksi/iw-bu]&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-988000532186941689?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/988000532186941689/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/07/saya-mantan-komentator-dakwah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/988000532186941689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/988000532186941689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/07/saya-mantan-komentator-dakwah.html' title='Saya Mantan Komentator Dakwah'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-1921331708669333818</id><published>2011-07-09T17:28:00.000-07:00</published><updated>2011-09-17T19:55:18.362-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Penantian Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-CiAUCVCKMTA/Thjx3L8LH0I/AAAAAAAAADQ/lp_nQrcsw6U/s1600/syaban.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-CiAUCVCKMTA/Thjx3L8LH0I/AAAAAAAAADQ/lp_nQrcsw6U/s1600/syaban.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-1921331708669333818?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/1921331708669333818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/07/penantian-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/1921331708669333818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/1921331708669333818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/07/penantian-ramadhan.html' title='Penantian Ramadhan'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-CiAUCVCKMTA/Thjx3L8LH0I/AAAAAAAAADQ/lp_nQrcsw6U/s72-c/syaban.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-7350427291333314289</id><published>2011-07-02T12:03:00.000-07:00</published><updated>2011-09-17T19:55:18.362-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Pastry, bukan "Brownies"</title><content type='html'>Bismillah...&lt;br /&gt;Mungkin kita masih ingat beberapa tahun yang lalu (5 atau 7 tahun) sempat ada film Indonesia yang cukup &lt;i&gt;booming&lt;/i&gt; berjudul Brownies. Meskipun belum pernah menonton secara langsung isi film seperti apa, berdasarkan sinopsis yang pernah saya baca di majalah dan &lt;i&gt;behind the scene &lt;/i&gt;di TV, insya Allah bisa disimpulkan bahwa film ini berkisah tentang seorang perempuan yang selalu gagal dalam membuat kue. Ya, hanya itu yang saya tangkap dibanding tambahan-tambahan kisah picisan di belakangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-6-fcCCdNafk/Tg9n1U7CYZI/AAAAAAAAADI/OS1hRo3J_5g/s1600/pastry.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/-6-fcCCdNafk/Tg9n1U7CYZI/AAAAAAAAADI/OS1hRo3J_5g/s200/pastry.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-gjxz4MAZbqM/Tg9nYOuYfJI/AAAAAAAAADA/jXQlCGL_HWM/s1600/cake.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/-gjxz4MAZbqM/Tg9nYOuYfJI/AAAAAAAAADA/jXQlCGL_HWM/s200/cake.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa saya merasa ada kemiripan dengan tokoh di film tersebut. Bisa dibilang belum sempurna untuk membuat kue. Kue disini bukan &lt;i&gt;cookies &lt;/i&gt;atau kue kering yang bukan dengan proses pengembangan di dalamnya. Tapi kue &lt;i&gt;cake, bakery, &lt;/i&gt;bahkan &lt;i&gt;pastry&lt;/i&gt;. Jenis-jenis masakan yang dengan terigu gluten sedang sampai tinggi dan menggunakan ragi atau bahan pengembang lainnya dalam komposisi. Fermipan, mauri-pan, soda kue, &lt;i&gt;baking powder&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;cream of tartar, &lt;/i&gt;etc. Bahkan nama-nama pengembang kuenya pun cukup susah untuk disebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil saya memang hobi untuk ikut 'bantu-bantu' ibu masak dan membuat kue. Alhamdulillah sewatu SMP sempat dapat mata pelajaran Tata Boga. Tapi ada satu yang selalu saya garis bawahi selama ini, kue, roti, &lt;i&gt;pastry &lt;/i&gt;hampir tidak ada yang sempurna. Sampai sekarang pun masih heran,, yang pasti selama ini ada proses pengolahan yang salah di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:..&lt;br /&gt;Ya, satu hikmah yang bisa diambil dari 'belum sempurnanya' pembuatan roti, &lt;i&gt;pastry&lt;/i&gt;&lt;i&gt;, &lt;/i&gt;atau &lt;i&gt;cake &lt;/i&gt;adalah karena proses. Lagi-lagi proses yang dibahas disini, karena proses bukanlah awalan atau akhir. Ia adalah pertengahan, yang jika dilihat waktu yang dialami dalam proses akan lebih lama dari sebuah awalan, apalagi akhir yang hanya kita petik buahnya. Tapi kenapa justru ini yang terkadang kita tidak peduli dibanding sebuah akhir yang selalu kita kejar keberhasilannya? Mungkin termasuk diri kita pun seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kesalahan proses dalam proses memasak saja membuat 'mangkel', bagaimana jika dakwah yang kita lakukan mengalami hal yang sama? Apakah rasa seperti itu akan ada, terutama dalam diri pelaku dakwah ini.&lt;br /&gt;Semoga bisa menjadi evaluasi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_Bukan sekedar membahas pastry, atau brownies&lt;br /&gt;H-1 menuju Syaban 1432 H&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-7350427291333314289?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/7350427291333314289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/07/pastry-bukan-brownies.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/7350427291333314289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/7350427291333314289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/07/pastry-bukan-brownies.html' title='Pastry, bukan &quot;Brownies&quot;'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-6-fcCCdNafk/Tg9n1U7CYZI/AAAAAAAAADI/OS1hRo3J_5g/s72-c/pastry.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-6801592010310441041</id><published>2011-06-06T08:28:00.000-07:00</published><updated>2011-09-17T19:56:51.634-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Dua Dimensi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-K7xBs7H9L28/TezuDtpVsOI/AAAAAAAAAC0/bzSdFCGeCag/s1600/10MuwasofatTarbiyah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="256" src="http://1.bp.blogspot.com/-K7xBs7H9L28/TezuDtpVsOI/AAAAAAAAAC0/bzSdFCGeCag/s320/10MuwasofatTarbiyah.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dua dimensi, kata itu yang paling awal keluar dari ucapan murobbiyah kami saat mengisi halaqoh pekan lalu. Kata ini bukan berarti menggambarkan sebuah bentuk bangunan atau apa, ternyata dua dimensi yang dibahas disini adalah dua dimensi dalam halaqoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, kami seluruhnya fokus pada setiap kata per kata yang diucapkan beliau. Sebenarnya kondisi seperti ini kami alami setiap pekannya, karena 'sang murobbiyah' memberi materi yang kami pun bingung untuk menuliskannya di buku catatan. Perkataan beliau lebih mengena dibanding tulisan-tulisan yang ditulis, meski telah review.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, mengenai dua dimensi dalam halaqoh ini, yang perlu dipahami adalah urgensi dan output dari halaqoh yang diikuti setiap pekannya. Selain untuk tarbiyah atau tarbawi, juga untuk dakwah. Oleh karena itu, bedanya liqo dengan ta'lim lainnya adalah dari fugsi pengawasan dan pengontrolan, baik itu dari murobbiyah langsung atau dilihat dari amalan yaumiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin pembahasan seperti ini sudah sering kita dengar, namun tarbiyah berjalan tidak hanya ketika halaqoh. Banyak tarbiyah dzatiyah yang perlu dilakukan setiap saatnya dalam rangka evaluasi diri (bismillah....). Ya, karena lebih baik acara di kampus terlihat mengalami kegagalan, daripada para pelakunya macet halaqoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kalau ada yang mengatakan bahwa halaqoh salah satu aliran sesat, apa yang bisa dijadikan pembuktian?&lt;br /&gt;Semoga kita semua dapat kuat,,,&lt;br /&gt;Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-6801592010310441041?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/6801592010310441041/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/06/dua-dimensi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/6801592010310441041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/6801592010310441041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/06/dua-dimensi.html' title='Dua Dimensi'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-K7xBs7H9L28/TezuDtpVsOI/AAAAAAAAAC0/bzSdFCGeCag/s72-c/10MuwasofatTarbiyah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-4862107918538760098</id><published>2011-06-02T19:25:00.000-07:00</published><updated>2011-09-17T19:55:18.363-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Terima Kasih Kak!</title><content type='html'>Syukron katsir,,&lt;br /&gt;Kepada Mba Sri Handayani dan Kak Hadi Guna Praja Kusuma yang sudah menjadi kakak yang sangat mengayomi selama ini. Dan harus siap ketika tiba saatnya ditinggalkan, karena usia dakwah di kampus ini yang akan berakhir. Dimanapun lahan yang akan kita tumbuh suburkan dengan nilai-nilai Islam, tetap semangat. Semoga berkah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-4862107918538760098?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/4862107918538760098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/06/terima-kasih-kak.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/4862107918538760098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/4862107918538760098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/06/terima-kasih-kak.html' title='Terima Kasih Kak!'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-7598107191024175591</id><published>2011-05-25T21:07:00.000-07:00</published><updated>2011-09-17T19:55:18.364-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Kuantitas = Kualitas?</title><content type='html'>Bismillahirrahmanirrahim...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, kemarin dan hari ini saya mendapat tarbiyah secara pasif dari Ustadz Fathi Yakan lewat tulisan-tulisan beliau dalam buku berjudul &lt;i&gt;Robohnya Dakwah di Tangan Da'i&lt;/i&gt;. Meski belum selesai saya baca, tulisan-tulisan di awal berhasil membuat saya 'melek'. Ya, begitu banyak fenomena yang kini kita anggap maklum, namun sebenarnya adalah awalan dari hancurnya sebuah bangunan dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua yang saya garis bawahi (plus bold dan italic) adalah perhatian berlebih terhadap slogan dan kuantitas. Ini berdasarkan persepsi saya. Dari kedua ini pun, entah kenapa hati saya lebih condong dengan fenomena yang kedua, yaitu mengenai kuantitas. Tidak bisa dipungkiri, bahwa permasalahan jumlah selalu menjadi masalah klasik dari masa ke masa. Padahal sebenarnya, kekuatan musuh hanya bisa dikalahkan oleh kekuatan iman yang bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku diungkapkan,&lt;br /&gt;"Salah satu penyakit kronis yang menjangkiti berbagai macam gerakan pada umumnya adalah perhatiannya yang berlebihan kepada kuantitas atau bilangan, bukannya kualitas. Mereka begitu gigih menciptakan perluasan wilayah gerakan dan memperbanyak anggota dengan melupakan upaya memperkukuh dan memperkuat cengkeramannya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Historia vincit omnia! Kita bisa melihat sejarah dari Perang Badar, bagaimana pasukan muslimin dapat mengalahkan pasukan musyrikin dengan jumlah bilangan yang langka. Perang Hunain pun menjadi saksi sejarah mengenai hancurnya kuantitas yang dibarengi penyakit sejenis riya dan takabur. Hal ini seharusnya dapat meyakinkan kita bahwa kemenangan sesungguhnya milik orang beriman walau sedikit jumlahnya.&lt;br /&gt;Wallahu 'alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bisa menjadi evaluasi personal..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-7598107191024175591?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/7598107191024175591/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/05/kuantitas-kualitas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/7598107191024175591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/7598107191024175591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/05/kuantitas-kualitas.html' title='Kuantitas = Kualitas?'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-1105652404420289531</id><published>2011-05-22T03:54:00.000-07:00</published><updated>2011-09-17T19:58:11.992-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Journey of Life'/><title type='text'>Efisiensi Sebuah Usia</title><content type='html'>Jika kita berbicara tentang efektif dan efisien, yang langsung teringat adalah kualitas sebuah kerja. Materi ini menjadi bab awal saat di silabus mata kuliah Pengantar Manajemen. Sama halnya dengan mesin yang mempunyai persentase efisiensi yang menunjukkan tingkat efektifitas mesin tersebut bekerja. Bagaimana halnya dengan usia? Saya jadi teringat dengan kejadian sehari yang lalu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, &lt;i&gt;weekend &lt;/i&gt;pagi itu membagunkan saya lebih pagi lagi untuk menuju ke kampus. Kembali mencari ilmu, namun bukan ilmu yang hasil akhirnya terinterpretasi dalam IPK atau ijazah. Menggali ilmu untuk kehidupan, terutama perbekalan ruhiyah. Ketika sudah sampai pinggir jalan, melintaslah angkot 03 yang awalnya saya cuekin, karena biasanya yang saya naiki angkot 15 yang langsug menuju lampu merah. Berhubung juga waktu sudah agak telat. Tapi ternyata... di dalamnya ada 'mba saya' !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya naik juga, toh dalam pikiran saya kalau telat kita barengan :). Setelah salam basa-basi tanya kabar... Mba menyampaikan sesuatu yang cukup membuat saya kaget&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tadi pagi dapat sms, Ust Yoyoh Yusroh meninggal karena kecelakaan..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Innalillahi wa inna ilaihi rajiun...&lt;br /&gt;Sekujur tubuh saya langsung merinding, bukan karena takut tapi membayangkan seorang tokoh masyarakat, daiyah, yang investasinya luar biasa di jalan dakwah ini telah sampai di penghujung hidupnya.Peristiwa pagi itu cukup membuat hati saya terhenyak. Sebenarnya pekan depan Ust Yoyoh diundang sebagai pembicara di seminar kemuslimahan Neo Eksmus. Tapi bukan karena itu yang membuat saya bersedih, yang terutama adalah kita mengalami kepergian seorang mujahidah dalam jalan dakwah ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-WdttXorxjdY/TdjmEAtH2MI/AAAAAAAAACs/xuM6uCHxhgY/s1600/waktu.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="http://1.bp.blogspot.com/-WdttXorxjdY/TdjmEAtH2MI/AAAAAAAAACs/xuM6uCHxhgY/s200/waktu.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-n7Kpb52LqdQ/TdjmGV8_pgI/AAAAAAAAACw/mca8uNq0EwA/s1600/ibadah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://1.bp.blogspot.com/-n7Kpb52LqdQ/TdjmGV8_pgI/AAAAAAAAACw/mca8uNq0EwA/s200/ibadah.jpg" width="200" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau bisa disebut &lt;i&gt;assabiqunal awwalun, &lt;/i&gt;sama seperti KH Rahmat Abdullah (alm). Saya jadi membayangkan bagaimana perjuangan pada masa itu yang masih bertubrukan dengan era reformasi. Nilai-nilai yang disampaikan hingga saat kini kader bertambah dari masa ke masa bukanlah sebuah kerja yang instan. Butuh pengorbanan dan kesabaran, terutama niat ikhlas karena Allah. Sabar, itu juga intinya. &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Cara seseorang meghadapi kematian juga menentukan kualitas hidupnya. Ya, disini efisiensi sebuah usia dipertanyakan. Apa saja yang kita jalani selama masa kontrak di dunia dengan Allah? Apakah selama hidup kita bermanfaat bagi banyak orang, dan ketika kita mati kerinduan orang-orang kepada kita sangat dirasakan? Atau kita adalah orang yang tidak memiliki pengaruh apa-apa semasa hidup, sehingga saat mati pun tidak ada yang merasa kehilangan, bahkan tidak peduli?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit melihat sejarah para tokoh... Historia vincit omnia! Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi yang lainnya. Efektifitas manfaat tidak akan ada tanpa pengorbanan, dan pengorbanan tidak akan tumbuh tanpa niat ikhlas. Insya Allah, Allah akan menolong setiap jejak kehidupan kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"&lt;/i&gt;&lt;i&gt;....Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu."&amp;nbsp; &lt;/i&gt;(Q.S. Muhammad : 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua adalah proses menuju kesempurnaan, Insya Allah dengan izinnya Allah akan menguatkan kita. Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_Sebuah evaluasi di awal usia kepala dua&lt;br /&gt;&lt;span id="goog_1168433389"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_1168433390"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-1105652404420289531?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/1105652404420289531/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/05/efisiensi-sebuah-usia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/1105652404420289531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/1105652404420289531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/05/efisiensi-sebuah-usia.html' title='Efisiensi Sebuah Usia'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-WdttXorxjdY/TdjmEAtH2MI/AAAAAAAAACs/xuM6uCHxhgY/s72-c/waktu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-90292499014204727</id><published>2011-05-19T21:49:00.001-07:00</published><updated>2011-09-17T19:48:50.756-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Journey of Life'/><title type='text'>Mengenang Awal Perjalanan...</title><content type='html'>Masih segar dalam ingatan, saat itu Jumat siang pertengahan tahun 2006. Sambil menunggu waktu solat Jumat, masih dengan menggunakan seragam putih-biru (kira-kira rok 5 cm di bawah lutut) diadakan kumpul di aula sekolah untuk pembagian kelompok. Kelompok belajarkah, atau yang lainnya? yang pasti saat itu masih polos karena menyandang gelar murid SMA baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa sadar, ternyata pertemuan itu adalah 'jebakan'. Setiap kegiatan dengan kata-kata 'berhubungan dengan pelajaran' pasti selalu ikut, karena di awal memasuki sekolah baru cenderung &lt;i&gt;study oriented&lt;/i&gt;, tujuannya toh untuk membahagiakan orangtua. Apa yang dipikirkan jauh dari perkiraan. Ternyata ini pembagian kelompok mentoring, yang sama sekali tidak terbayang kegiatannya berupa apa. Apalagi saat itu ada pemilihan &lt;i&gt;mas'ulah&lt;/i&gt;, yang hampir kena ke saya. Jelaslah saya tolak, istilahnya aja baru dengar gimana mau menjalankan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu menit... dua menit... bermenit-menit... hingga kurang lebih satu setengah jam saya mengikuti kegiatan mentoring itu. Ada perasaan berbeda yang dirasakan. Pada awalnya memang bingung, sebenarnya saya ini mau ngapain dan diapakan. Ternyata fantasi-fantasi itu telah menguap. Yang saya rasakan justru lebih tenang. Di mentoring tidak hanya membahas soal agama dan kehidupan, tapi sisi-sisi lain yang jarang diungkap. Apalagi didampingi oleh kakak-kakak kelas yang &lt;i&gt;friendly&lt;/i&gt;. Semakin lah saya mantap dalam hati, kegiatan ini harus rutin dan jangan sampai saya tinggal......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya berlanjut pada &lt;i&gt;halaqoh &lt;/i&gt;Maret 2007&lt;i&gt;, &lt;/i&gt;dan sangat merasakan dinamika antara murobbiyah dan mutarobbiyah. Keadaan ini berlanjut hingga hampir lulus dari SMA. Begitu pun ketika memasuki gerbang baru di sebuah kampus yang awalnya tidak pernah terpikir akan kesana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin lama, ujian yang kita alami akan semakin hebatnya. Seluruh perbekalan harus cukup dalam menempuh perjalanan panjang ini. Dan dengan bernostalgia masa awal perjalanan tarbiyah, ternyata cukup untuk mengobati kejenuhan yang kadang menghampiri. Apakah kita masih ingat bahwa saat itu, dengan uluran dan sambutan hangat para murobbi/ah yang sabar membimbing kita, telah menjadikan kita seperti sekarang ini? Dan kita pun dengan wajah ceria dan rasa ingin tahu yang besar akan lagi, lagi, dan lagi menerima seluruh ilmu dan informasi yang mereka sampaikan.Tetapi, ada juga diantara kita yang telah mengenal ini semua dari orangtua dan keluarga. Cukuplah nostalgia ini sebagai suplemen untuk membangkitkan ghirah yang terkadang loyo karena injakan beban....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_mengenang awal perjalanan tarbiyah_&lt;br /&gt;Teruntuk saudara/i ku yang berada dalam perjuangan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-90292499014204727?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/90292499014204727/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/05/mengenang-awal-perjalanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/90292499014204727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/90292499014204727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/05/mengenang-awal-perjalanan.html' title='Mengenang Awal Perjalanan...'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-6588452372501926090</id><published>2011-05-16T09:24:00.000-07:00</published><updated>2011-09-17T19:51:29.078-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gizi Kesehatan dan Islam'/><title type='text'>AKG Tawazzun</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-VcKUKmhwTew/TdFPEqt4fjI/AAAAAAAAABk/U229hiHLxAk/s1600/timbanga.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-VcKUKmhwTew/TdFPEqt4fjI/AAAAAAAAABk/U229hiHLxAk/s200/timbanga.jpg" width="184" /&gt;&lt;/a&gt;Disela mengerjakan tugas &lt;i&gt;translate &lt;/i&gt;jurnal yang melelahkan mata (bolak-balik buka kamus karena tipe &lt;i&gt;British &lt;/i&gt;tingkat tinggi, hamasah! ) dan perancangan menu yang juga harus berkali-kali lihat DKBM dan tabel asam amino,,, Alhamdulillah ada sebait sms yang menyejukkan dari teman seperjuangan. Bukan sms berisi tausiyah atau kata-kata mutiara, tetapi justru sms yang berisi ajakan agenda di esok hari... Jalasah Ruhiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang ruhiyah, jadi teringat lagi materi tentang tawazzun. Setiap manusia pasti memiliki 3 potensi: jasad, akal, ruhiyah. Dalam menjalankan aktivitas sehari, ketiganya harus jalan seiring supaya nggak timpang. Nah, kalau di MK Ilmu Gizi Dasar belajar tentang AKG (Angka Kecukupan Gizi), dalam penjagaan ruhiyan pun biasa dikenal dengan amalan yaumiyah. Kalau mau tahu lebih lanjut berapa porsinya, bisa dicek disini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKG orang Indonesia, wanita umur 19-29 tahun&lt;br /&gt;- BB dan TB ideal: 52 kg/156 cm&lt;br /&gt;- Energi: 1900 kkal/hari&lt;br /&gt;- Protein: 50 gram/hari&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;- Kalsium: 800 mg/hari&lt;br /&gt;- Vitamin A: 5 RE/hari&lt;br /&gt;- Besi: 26 mg/hari,&amp;nbsp; dll.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKG ruhiyah&lt;br /&gt;- Shaum sunnah dan ayyamul bidh&lt;br /&gt;- Tilawah 1 juz/hari&lt;br /&gt;- Qiyamul lail&lt;br /&gt;- Al-Ma'tsurat kubra&lt;br /&gt;- Rawatib&lt;br /&gt;- Salat Fardhu tepat waktu&lt;br /&gt;- Infak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, ternyata cukup banyak ya asupan yang harus dipenuhi. Ini pun menjadi evaluasi bagi diri sendiri. Semoga di setiap waktu dapat meningkatkan proses menuju kesempurnaan ini. Amin...Ternyata banyak yang harus kita tunaikan haknya baik secara jasad atau ruhiyah, dan fikriyah juga tentunya... Caranya, selain kuliah dan baca buku, dengan mengerjakan tugas mungkin?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-6588452372501926090?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/6588452372501926090/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/05/akg-tawazzun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/6588452372501926090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/6588452372501926090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/05/akg-tawazzun.html' title='AKG Tawazzun'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-VcKUKmhwTew/TdFPEqt4fjI/AAAAAAAAABk/U229hiHLxAk/s72-c/timbanga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-77571323210260817.post-6346582443360167964</id><published>2011-05-16T03:20:00.000-07:00</published><updated>2011-09-17T19:48:04.790-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Journey of Life'/><title type='text'>Semua Bermula dari....</title><content type='html'>Bismillahirrahmanirrahiim......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu kecil ketika ditanya apa cita-cita kita, sebagian besar dari kita pasti menjawab dokter, pilot, guru, polisi, dll profesi yang terlihat di mata anak kecil sangat hebat dan memukau. Ini pun aku alami sendiri. Bahkan ketika di akhir masa sekolah, formulir pendaftaran sempat dilayangkan ke salah satu universitas dengan jurusan kedokteran gigi. Ya, walaupun akhirnya jalan Allah mengarahkanku ke Institut Pesantren Bogor :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dulu sempat bercita-cita menjadi orang hebat, presiden, dan dapat mengubah dunia (Amin), seiring berjalannya waktu kita akan merasakan berbagai kesulitan. Jangankan untuk mengubah dunia, ternyata negara kita sendiri, Indonesia, penuh dengan masalah. Berita-berita yang ada semakin tidak berkualitas, kekerasan, korupsi, dan tindak kriminal lainnya ramai diperbincangkan daripada berita positif. Rasanya gemas melihat semua ini. Melihat kapasitas diri kita pun, rasanya tidak mampu perbaikan ini dilakukan sendirian. Akhirnya diri pun bertekad, setidaknya melakukan perubahan pada masyarakat dan keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata melakukan perubahan pada lingkup yang lebih kecil dari negara pun tidak semudah yang dibayangkan. Penerimaan masyarakat yang kurang mendukung, mereka lebih menyukai hal yang berbau hedon. Bahkan keluarga sendiri kurang setuju dengan aktivitas keseharian, yang terkadang diduga 'berbeda ideologi'. Hhhmmmmm..... Hanya akhlak dan sikap yang bisa kita buktikan :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tidak ada lagi sarana yang bisa diubah, hanya diri pribadi yang dapat bertahan. Dulu, kita berpikir untuk menaklukan dunia. Namun sekarang, yang terpenting adalah perbaikan individu kita sendiri. Saya sendiri pun merasa pribadi yang rapuh, lebih rapuh dari pasir. Tidak menutup kemungkinan pasir yang sangat rapuh dapat menjadi komponen dalam merekatkan batu bata untuk membuat sebuah bangunan. Dari bangunan-bangunan itu akan membentuk sebuah kota dengan kehidupan. Kota-kota akan membentuk negara, dan banyak negara akan membangun sebuah peradaban....... Allahu akbar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara tidak langsung kontribusi kita, sekecil apapun, akan memberikan pengaruh asalkan dilakukan dengan niat ikhlas, Insya Allah. Semua dimulai dari perbaikan diri sendiri.... Dan sekarang aku masih mengalami tahapan pertama itu :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Bogor, H-35 menit sebelum Maghrib&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/77571323210260817-6346582443360167964?l=arafah-mina.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arafah-mina.blogspot.com/feeds/6346582443360167964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/05/bismillahirrahmanirrahiim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/6346582443360167964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/77571323210260817/posts/default/6346582443360167964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arafah-mina.blogspot.com/2011/05/bismillahirrahmanirrahiim.html' title='Semua Bermula dari....'/><author><name>Armina Puji Utari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00473003772969960087</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-YQJ2hEJge04/TbLdc_uSHxI/AAAAAAAAAAQ/9AB-D_5uVxk/s220/andalusia.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
